Polres Tolitoli Tangkap Pembeli Tembakau Gorila Via Instagram dan Dikirim Lewat Jasa Pengiriman

  • Whatsapp
Barang bukti yang diamankan Satnorkoba Polres Tolitoli berupa ganja sintetis atau tembakau gorila yang dikirim dari Makassar tujuan Tolitoli, Selasa 23 Maret 2021. | Foto: Humas Polres Tolitoli
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Sat Narkoba Polres Tolitoli menggagalkan pengiriman Narkoba jenis ganja sintetis atau tembakau gorila, dari Makassar tujuan Tolitoli.

Tembakau gorila itu dikemas dalam bentuk sebuah paket yang dikirim melalui jasa pengiriman J&T, Selasa 23 Maret 2021 sekira pukul 10.00 WITA.

Baca Juga

Sat Narkoba Polres Tolitoli yang menyelidiki kasus tersebut berhasil membekuk seorang pelaku atau penerima paket yaitu M (21) seorang warga Desa Ogomoli, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli.

Pelaku ditangkap saat mengambil paket pesanan di jasa pengiriman barang J&T di Jalan Ismail Bantilan Kelurahan Panasakan Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli.

Kasat Narkoba Polres Tolitoli AKP S Kinsale mengungkapkan, tembakau gorila tersebut dipesan oleh pelaku untuk keperluannya sendiri.

“Pelaku memesan barang haram itu untuk dikonsumsi sendiri” kata Kasat Narkoba.

Lebih lanjut Kasat Narkoba menjelaskan bahwa pelaku diketahui memesan narkotika golongan satu itu secara online melalui media sosial Instagram yang beralamatkan di Makassar. Lalu, paket tersebut dikirim ke Tolitoli oleh penjual melalui jasa pengiriman J&T.

“Tembakau gorila itu disembunyikan didalam jaket kemudian jaket itu dikemas didalam plastik” ungkap Kasat Narkoba.

Dari pengungkapan ini, Sat Narkoba Polres Tolitoli berhasil mengamankan barang bukti tembakau gorila sebanyak 3 bungkus dengan berat bruto 14,26 gram dengan nominal harga Rp1.250.000.

Dari pengakuan pelaku, dirinya mengatakan tidak mengenal penjual tembakau gorila tersebut.

“Saya tidak tau pak, hanya saya kenal di medsos baru saya pesan untuk konsumsi sendiri” kata pelaku.

Atas perbuatannya, kini pelaku diamankan di Polres Tolitoli dan dijerat pasal 114 ayat (2) jo pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. ***

Berita Terkait

Google News