Polres Tolitoli Ungkap Kasus Penggelapan Dana Kurban dan Pencurian Kotak Amal Masjid

  • Whatsapp
Wakapolres Tolitoli Kompol F Tarigan SH didampingi Kasat Reskrim IPTU Rijal, SH dan Kasubbag Humas IPTU Anshari Tolah, memberikan keterangan terkait kasus kasus penggelapan dana Kurban dan Pencurian Kota Amal Masjid, Jumat 3 september 2021. | Foto: Rahmadi Manggona
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tolitoli berhasil mengungkap dua kasus kriminal, yakni kasus pencurian kotak amal dan kendaraan bermotor, serta kasus penggelapan dana Kurban.

Wakapolres Tolitoli Kompol F Tarigan SH, menjelaskan, kasus pencurian kotak amal di salah satu mesjid yang ada diwilayah Tolitoli awalnya tersangka (Tsk) Indra Gani alias Iman (21).

Baca Juga

Peristiwa pencurian yang dilakukan tersangka terjadi pada 10 Agustus 2021, sekira pukul 03.30 Wita. Pelaku masuk ke dalam masjid dan melihat ada penjaga mesjid yang sedang tidur.

“Tsk langsung menuju ke mimbar dan melihat dua kotak amal, lalu Tsk mengambil satu per satu dan membawanya ke tiang tengah mesjid dan membongkar kunci kotak amal tersebut dengan Tang dan mengambil uang di dalam kota amal,” jelas Kompol F Tarigan, dalam keterangannya di Mapolres Tolitoli, Jumat 3 September 2021.

Setelah mengambil uang lanjut wakapolres, Tsk lalu mendekati penjaga mesjid yang sedang tertidur dan mengambil kunci motor serta Handphone yang ada di sampingnya. Tsk kemudian langsung membawa kabur sepeda motor merk Jupiter Z milik penjaga masjid beserta uang kotak amal.

Setelah adanya laporan polisi, Buser Reskrim langsung melakukan penyelidikan. Tsk ditangkap di hari yang sama di Jalan Usman Binol, Kelurahan Baru tanpa perlawanan.

“Saat diinterogasi, Tsk mengakui perbuatannya dan menunjukan barang bukti berupa sepeda motor dan Handphone merk Nokia,” kata Wakapolres, didamping Kasat Reskrim IPTU Rijal, SH dan Kasubbag Humas IPTU Anshari Tolah.

Wakapolres melanjutkan, pihaknya juga telah mengungkap pengungkapan kasus penggelapan dana pembelian tiga ekor sapi untuk pembagian daging Kurban yang dilaksanakan alumni SMP Negeri Lalos.

Dalam kasus ini, Polisi telah menetapkan Tsk bernama Kamaludin alias Kamal (52).

Kronologis penggelapan yang dilakukan Kamal (52), saat ia dipercayakan untuk mencari 3 ekor sapi untuk disembelih pada hari raya Kurban, senilai Rp27 juta.

“Modusnya, pelaku menemui pemilik sapi dan menyatakan untuk membeli 3 ekor sapi. Setelah terjadi kesepakatan harga, Tsk memberikan uang tanda jadi kepada pemilik sapi sebesar Rp3 juta dan sisa pembayaran akan diserahkan secepatnya,” kata Wakapolres.

“Tapi setelah menunggu beberapa minggu, pelaku tidak meberikan uang pembayaran sesuai kesepakatan, sehingga pemilik sapi yang merasa dirugikan langsung melapor ke Polres Tolitoli,” sambung Kompol F Tarigan.

Menurut Wakapolres, motif Tsk melakukan penggelapan dana kurban milik para alumni SMP Negeri Lalos itu karena terdesak untuk membayar hutang.

“Saat ini Tsk dan batang bukti berupa kwitansi penerimaan dana telah amankan di Mapolres tolitoli dan dijerat akan pasal 372 KUHPidana dengan ancaman 4 tahun penjara,” tutup Kompol F Tarigan. ***

Berita Terkait

Google News