Polri Sudah Minta Imigrasi Cabut Paspor Jozeph Paul Zhang

  • Whatsapp
Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto. | Foto: Humas Polri
Bagikan Artikel Ini
  • 5
    Dibagikan

JurnalNews – Bareskrim Polri terus melakukan upaya untuk menangkap Jozeph Paul Zhang, yang telan ditetapkan sebagai tersangka dugaan penodaan agama karena mengaku sebagai Nabi ke-26. Jozeph Paul Zhang saat ini diduga berada di Jerman.

Berbagai upaya dilakukan Bareskrim Polri untuk menangkap Jozeph Paul Zhang. Bareskrim juga telah meminta Imigrasi untuk mencabut paspor tersangka agar dapat dideportasi dari Jerman.

Baca Juga

“Kita koordinasi dengan imigrasi semoga saran kita diterima oleh Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM untuk mencabut paspor,” kata Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto, Rabu 21 April 2021.

Komjen Agus mengungkapkan pencabutan paspor tersebut akan memudahkan otoritas Jerman mendeportasi Jozeph ke tanah air. Polri sendiri telah berkoordinasi dengan Interpol dengan meminta diterbitkan Red Notice atau surat buronan terhadap Jozeph.

“Kalau mau kemana-mana kan diamankan, berpotensi untuk dideportasi,” ujarnya.

Polri telah menerbitkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Jozeph Paul Zhang. Status tersebut akan diberikan ke Interpol untuk diterbitkan red Notice.

Jozeph Paul Zhang disebut-sebut tengah berada di Jerman mendadak viral karena mengaku sebagai Nabi ke-26 di konten YouTube. Ia bahkan menantang warga untuk mempolisikannya.

Polri sebelumnya juga telah mengajukan Interpol untuk menerbitkan red notice terhadap Jozeph Paul Zhang. Namun ada mekanisme koordinasi yang harus dilalui sebelum red notice disetujui.

“Kan ada mekanismenya (menerbitkan red notice). Kita koordinasi dengan Hubinter, Interpol Indonesia, dengan pusat Interpol di Lyon. Disetujui nggak terbit red notice. Kalau terbit, baru bisa menerbitkan,” ujar Komjen Agus Andrianto.

Jika red notice tidak berhasil diterbitkan, lanjut Agus, akan menggunakan cara lain. Agus mengungkapkan Polri akan melakukan kerja sama berupa government to government (G to G) atau police to police (P to P).

“Kalau nggak disetujui ya nanti G to G atau P to P,” ungkapnya.

Tersangka kasus dugaan penistaan agama Jozeph Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoelyono mengaku sudah melepas status WNI. Namun, Bareskrim Polri mengatakan Jozeph Paul Zhang masih berstatus WNI.

Jozeph Paul Zhang sendiri telah masuk daftar pencarian orang (DPO) Polri. ***

Berita Terkait

Google News