Polsek Toili Musnahkan 2,5 Ton Bahan Miras Cap Tikus

  • Whatsapp
Kapolsek Toili AKP Candra langsung memusnahkan saguer yang menjadi bahan miras cap tikus saat memimpin penggerebekan pondok penyulingan miras di Desa Tolisu, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Rabu 17 Februari 2021. | Foto: Humas Polres Banggai
Bagikan Artikel Ini
  • 53
    Dibagikan

JurnalNews – Jajaran Polsek Toili, Polres Banggai, menggerebek sejumlah pondok penyulingan miras tradisional jenis cap tikus di area pengunungan dan perkebunan Desa Tolisu, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Rabu 17 Februari 2021.

“Ada sekitar lima pondok penyulingan cap tikus yang kita temukan,” sebut Kapolsek Toili, AKP Candra SH, kepada awak media.

Lihat Juga

Dari kelima pondok itu polisi menemukan seperangkat alat penyulingan, ribuan liter saguer yang menjadi bahan miras cap tikus dan 35 liter miras cap tikus.

“Total miras saguer yang ditemukan sebanyak 2, 5 lon atau sekitar 2.550 liter,” ungkap mantan Kasat Narkoba Polres Banggai ini.

Karena medan berat dan jarak tempuh yang cukup jauh sehingga tidak memungkinkan membawa seluruh barang bukti, polisi kemudian memusnahkan seluruh barang bukti lokasi.

“Kita hanya membawa 35 liter cap tikus ke Mako Polsek Toili guna sebagai barang bukti,” tutur AKP Candra.

Sebelumnya, Kapolres Banggai AKBP Satria Adrie Vibrianto SIK, MH, menegaskan kepada seluruh Kapolsek jajaran agar tidak kendor dalam memberantas peredaran miras tanpa izin bahkan khusus miras jenis cap tikus basmi hingga ke tempat penyulingannya.

“Jika menemukan pelaku pembuat ataupun penjual proses sampai ke Pengadilan,” tegas AKBP Satria dalam kegiatan anev mingguan di Aula Rupatama Polres Banggai, Senin 15 Februari 2021.

Olehnya itu, perwira yang pernah bertugas di Sudan Afrika Utara ini meminta seluruh jajaranya agar masif memberantas miras, sebab minuman haram ini adalah salah satu faktor pemicu gangguan kamtibmas.

“Jangan kendor, terus laksanakan razia. Karena muras adalah sumber dari semua masalah kamtibmas,” terang AKBP Satria.***

Berita Terkait

Google News