Pospera Keras di Era SBY, Bungkam di Era Jokowi

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Jakarta, Jurnalsulteng.com- Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) sejak kemarin (Rabu, 7-8/1/2015) tengah menggelar Kongres I di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Pospera sebelumnya dikenal sebagai organisasi yang keras terhadap kebijakan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat ada kebijakan yang merugikan masyarakat. Contohnya kenaikan BBM, Sembako, dan lain-lain.

Tapi, saat ini konsistensi organisasi tersebut dipertanyakan. Pasalnya, Presiden Joko Widodo didaulat sebagai pelindung organisasi yang berisi sejumlah aktivis tersebut.

Baca Juga

Kini tak ada lagi teriakan penolakan kenaikan BBM, tolak Sembako naik, tolak tarif dasar listrik naik yang akan disuarakan aktivis Pospera. Lantaran, mereka sudah menjadi bagian dari kekuasaan pemerintahan Jokowi.

“Kalau dulu, semangat Pospera menggebu saat ada kenaikan BBM dan listrik di era SBY. Sekarang Pospera sudah bungkam dan memilih mendukung kebijakan Jokowi. Mulai ketahuan, Pospera sekarang dibentuk bukan untuk membela rakyat, tapi membela siapa yang berkuasa,” kata Ketua DPP Gerindra, FX Arief Poyuono, yang dikutip dari Okezone, Kamis (8/1/2015).

Menurutnya, nyali aktivis Pospera yang terlihat berani di era pemerintahan SBY saat ini sudah lenyap. “Nyali dia hanya segitu saja terhadap Jokowi. Ideologinya hanya mengganggu SBY, merebut kekuasaan, dan mencampakkan rakyat. Oposisi yang dilakukan Pospera hanya untuk merebut kekuasaan,” urainya.

Dia pun memahami Pospera adalah organisasi yang pernah mendukung Jokowi-Jusuf Kalla saat pemilu presiden. Akan tetapi, sebagai aktivis seharusnya organisasi tersebut tetap kritis dan tidak bungkam jika kebijakan presiden yang didukungnya dirasa merugikan rakyat seperti kenaikan BBM, TDL, dan gas Elpiji.

“Saya di waktu mendukung SBY saja tetap mengkritiki SBY,” ujarnya mencontohkan.

Sebelumnya, aktivis Pospera, Mustar Bona Ventura, mengungkapkan sebagai Pelindung Pospera, Presiden Jokowi dijadwalkan akan hadir di Munas Pospera yang akan berlangsung bulan ini di Palu. Sejumlah aktivis dari beberapa kota akan hadir di acara tersebut. Namun ternyata, kehadiran Presiden yang banyak ditunggu-tunggu masyarakat Kota palu hanya isapan jempol belaka. [Okz]

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News