Proyek Pagar Bandara Tolitoli Bermasalah

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Tolitoli, Jurnalsulawesi.com – Kemenangan PT Fajar Raya Usaha Nusa (FRUN) untuk proyek Pengadaan dan Pemasangan Pagar Pengaman Bandara Sultan Bantilan Tolitoli sebesar Rp8,3 miliar diduga bermasalah.

Pasalnya, dari delapan perusahaan yang mengikuti proses lelang, PT Fajar Raya bukan penawar terendah dari pagu yang disediakan yakni Rp8.344.042.000,00. PT. Fajar Raya mengajukan penawaran sebesar Rp8.209.823.000,00. Sedangkan penawar terendah diajukan PT Raymond Karya Perdana sebesar Rp7.209.000.000,00.

Baca Juga

Selain itu, persyaratan lainnya juga tidak dipenuhi yakni BG 009, sebagaimana yang
dipersyaratkan pihak Pokja ULP. Tetapi PT Fajar Raya yang dimenangkan hanya memasukkan persyaratan SI 00.

“Dalam peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi nomor: 10 tahun 2013, SI 001 itu masuk dalam bangunan sipil, bukan bangunan gedung. Untuk bangunan pagar tidak tepat jika yang menjadi pemenang SI 001. Sebetulnya Fajar Raya Usaha Nusa menjadi gugur kemudian pihak Pokja melakukan lelang kembali,” tegas Ketua Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo) Tolitoli, M Yusuf Andi Mappiase kepada wartawan di Tolitoli, Rabu (23/8/2017).

Menurutnya, menangnya PT Fajar Raya Usaha Nusa untuk pengerjaan pagar bandara di Tolitoli yang nilainya miliaran itu selain diduga kuat ada persekongkolan juga dugaan janji yang dibuat antara pihak bandara dengan pemenang proyek.

“Karena dalam lelang persyaratan yang diminta dalam dokumen pengadaan adalah harus memiliki pengalaman sub bidang jasa pelaksana untuk konstruksi BG 009. PT Fajar Raya memasukkan pengalaman pekerjaan pembuatan talud drainase area runway bandara Mutiara Palu, sementara proyek ini masuk dalam klasifikasi bangunan sipil,” ulang ketua Aspekindo Tolitoli itu.

Bukti lain kata M Yusuf, pembuatan talud dan drainase runway Bandara Mutiara Palu masuk dalam sub klasifikasi SI 001, saat lelang persyaratan tersebut yang menjadi ketetapan pihak Pokja ULP Bandara Mutiara. Artinya pihak Pokja ULP Bandara Sultan Bantian pada lelang pagar tahun ini telah melakukan kekeliruan yang justeru membuat kerugian terhadap perusahaan lainnya yang turut mendaftar.

Ketua Pokja ULP Bandara Sultan Bantilan Tolitoli, Ahcmad Teguh yang ditemui dikantornya terkait menangnya PT Fajar Raya Usaha Nusa, membantah kalau pihaknya melakukan persekongkolan.

“Penetapan PT Fajar Raya sebagai pemenang sudah sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Teguh.

Sub bidang sebagaimana persyaratan pengalaman pekerjaan terkait SI 001 yang dikantongi PT Fajar Raya Usaha Nusa telah mendapat konfirmasi dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional, bahwa Pembuatan Drainase Pembuatan Talud sisi timur area runway bandara mutiara Palu merupakan bangunan gedung yakni BG 009.

“Setelah kami tim Pokja ULP Bandara Sultan Bantilan melakukan klarifikasi terkait dengan pengalaman pekerjaan drainase dan talud ke LPJKN Pusat, kami akhirnya menetapkan PT Fajar Raya sebagai pemenang,” jelasnya.

Kepala Bandara Sultan Bantilan, Isdianto yang dikonfirmasi soal dugaan kecurangan penetapan pemenang yang dilakukan Pokja ULP untuk pembangunan pagar pengaman bandara yang.dimenangkan PT Fajar Raya Usaha Nusa, mengatakan kalau dirinya khawatir jika lelang proyek di bandara itu terjadi penundaan.

“Kasiankan kalau proses lelang proyek pagar di bandara ini terus gagal. Anggarannya rugi kalau nanti dikembalikan ke negara,” tandas, Isdianto.

Ia juga menepis adanya dugaan persekongkolan atas menangnya PT Fajar Raya Usaha Nusa dalam proyek pagar pengaman bandara tersebut yang bernilai miliaran rupiah itu.

“Itu tidak benar, saya cuma punya maksud mau membangun. Jadi tidak ada isu begitu,” tutupnya.[***]

Wartawan; Ramlan
Editor; Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News