Proyek Pembangunan 4 Gedung di RS Mokopido Terancam Terlambat

  • Whatsapp
Progres proyek pembangunan penyediaan sarana dan prasarana RS Mokopido tak sesuai target. Hingga saat ini capaian pekerjaan baru sekira 15-20 persen. [R. Manggona]
Bagikan Artikel Ini
  • 21
    Shares

Tolitoli, JurnalNews.id – Sebanyak empat paket proyek pembangun gedung di Rumah Sakit (RS) Mokopido, Tolitoli Provinsi Sulteng terancam tidak bisa selesai tepat waktu, sebagaimana yang ditentukan dalam kontrak.

Meski masa kontrak empat pekerjaan dengan nilai hampir mencapai Rp20 miliar itu baru akan berakhir pada Desember 2019, namun sampai Agustus 2019 progres pekerjaan masih di kisaran 15-20 persen.

Baca Juga:

Proyek dengan nama kegiatan Penyediaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit yang dibangun menggunakan dana DAK 2019 itu yakni, pembangunan gedung rawat yang dikerjakan PT. Hidup Bersama Grup dengan nilai kontrak Rp10,3 miliar, pembangunan gedung Instalasi Loundry dikerjakan oleh CV. Bhakti Mulya Mandiri senilai Rp1,3 milliar, Pembangunan Gedung Rawat Jalan yang dilaksanakan PT. Punggawa Mandiri Group senilai Rp4,4 miliar dan PT Hidup Bersama Group yang mengerjakan Gedung IPSRS senilai Rp2,9 miliar.

Hasil pantauan di lokasi pada Rabu (21/8/2019), dua pekerjaan pembangunan gedung diperkirakan masih di bawah 20 persen. Pasalnya baru melakukan pengecoran dan pekerjaan pembesian, serta pemasangan batu merah. Bahkan untuk gedung IPSRS, baru sampai tahap penggalian dan pembesian.

Advertisements

Progres pekerjaan yang masih di bawah 20 persen tersebut yakni pembangunan Gedung Rawat Jalan yang dikerjakan PT Punggawa Mandiri Group dan Gedung IPSRS dikerjakan PT. Hidup Bersama Group.

Advertisements

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penyedian Sarana dan Prasarana RS Mokopido, Alumi, yang dikonfirmasi membenarkan progres proyek tersebut mengalami keterlambatan.

” Iya, progres pekerjaannya semua proyek yang ada di rumah sakit mengalami keterlambatan. Seharusnya sampai bulan Agustus 2019, progres pekerjaan sudah mencapai sekira 30 persen, tetapi faktanya di lapangan semua pekerjaan progresnya baru mencapai 15 sampai 20 persen,” singkat Alumi.

Atas keterlambatan tersebut, Alumi mengaku sudah melayangkan surat teguran pertama dan kedua kepada pelaksana pekerjaan, agar mempercepat pekerjaan untuk mengejar keterlambatan tersebut. Demikian keterangan Alumni, yang dihubungi, Rabu (21/8/2019). [***]

Advertisements

Penulis; R. Manggona
Editor; Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Lainnya

Google News