Proyek Pengembangan Jaringan SPAM IKK Rio Pakava Diduga Tak Sesuai Spek

  • Whatsapp
Pemasangan pipa pada proyek Pengembangan Jaringan SPAM IKK Rio Pakava, Kabupaten Donggala hanya ditanam pada kedalaman 20-30 centimeter. Pemasangan pipa ini juga tidak dibarengi dengan pasir alas sebagaimana mestinya. [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 154
    Shares

Donggala, JurnalNews.id – Proyek pengembangan jaringan pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Rio Pakava, Kabupaten Donggala diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi (Spek) dan dikerjakan asal jadi.

Hal ini terlihat dari kondisi pekerjaan di lokasi proyek yang dianggarkan APBN Tahun 2019, melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR senilai Rp3.538.150.000,-. proyek yang dikerjakan oleh CV Mitra Karya Utama inipun kondisinya sangat memprihatinkan.

Baca Juga

Padahal, proyek yang dianggarkan Kementerian PUPR tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Lihat saja itu pipa yang terlihat di galian yang dalamnya hanya sekira 20-30 Cm. Pemasangan pipa dengan kedalaman seperti itu pasti rawan pecah, sehingga hasil pekerjaan juga tidak akan bisa berumur panjang seperti yang ditargetkan,” ujar Nurdin, warga setempat yang ditemui di lokasi kepada media ini, Rabu (27/11/2019).

Menurutnya, penggalian untuk pemasangan pipa juga hanya dikerjakan secara manual. Diduga hal inilah yang menyebabkan galian juga tidak maksimal.

Selain itu, pemasangan pipa juga tidak dibarengi dengan bantalan alas pasir sebagaimana mestinya pada pekerjaan pipa jaringan distribusi air bersih.

Senada dengan Nurdin, pemerhati jasa konstruksi J Alfaritzi mengatakan, harusnya pekerjaan yang dilakukan secara asal-asalan seperti itu tidak bisa dibiarkan terus berlanjut.

Menurutnya, hal ini bisa jadi karena lemahnya pengawasan dari satuan Kerja (Satker) yang melekat pada Balai Permukiman dan Prasarana Wilayah (BPPW) Provinsi Sulteng.

“Seharusnya pengawasan pekerjaan seperti ini diperketat, sehingga pelaksana di lapangan juga tidak mengerjakannya dengan asal-asalan. Penguna jasa dan penyedia jasa harus bertanggungjawab jika hasil pekerjaan tidak sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pengembangan Jaringan SPAM IKK Rio Pakava, Helmi yang dikonfirmasi menjelaskan, saat ini pelaksanaan pekerjaan masih berlangsung, termasuk pekerjaan pipa belum dilakukan penyambungan secara utuh. Diameter pipa berbeda-beda kedalamannya dan untuk jenis pipa hdpe tidak menggunakan pasir.

“Adapun apabila d lapangan d temui kendala dlm mencapai kedalaman galian.. maka akan di lakukan justifikasi untuk penangananny.. dan volume galian aka dkurangi sesuai aktual d lapangan.. kami pihak pengguna jasa tdk prnh membenarkan pekerjaan tdk sesuai spesifikasi,” jelasnya via layanan WhatsApp, Jumat (29/11/2019)

Helmi juga menyebutkan, cakupan wilayah pekerjaan lumayan luas sehingga ada kemungkinan pengawasnya sedang tidak di lokasi pipa yang ditanam pada kedalaman 20-30Cm tersebut.

“Sy sdh sampaikan k kontraktor untuk segera melihat kondisi d lapangan d titik tsb. Mngenai kedalaman sy musti konfirmasi k lapangan dl pak.. secara spek tdk dbenarkan apabila kedalaman hanya sprti itu.. tetapi ada faktor2 d lapangan yg sering d temui sehingga tdk dpt mencapai kedalaman yg d syaratkan. Hal sprti ini kami tdk lanjuti dgn pengurangan volume galian sesuai kondisi lapangan,” tambah Helmi.

Sementara saat ditanya terkait dengan kedalaman pemasangan pipa yang dicantumkan pada kontrak kerja, Helmi mengaku jadi dilema karena setiap diameter pipa berbeda pula kedalamannya.

“Nah ini jadi dilema pak d kami.. krn d kami sbnrny setiap diameter pipa berbeda kedalamanny.. kecuali untuk bahu jalan nasional kedalaman 1.5m,” jelasnya lagi.

Menurut Helmi, saat ini pekerjaan masih dalam tahap pelaksanaan sampai akhir Desember 2019. Karena itu, kondisi apapun akan dilakukan perbaikan sesuai temuan tim teknis PHO.

“Pekerjaan smpai saat ini d lapangan blm kami terima/setujui. trimakasih sdh membantu kami dalam monitoring pelaksanaan proyek,” ujarnya. [***]

 

Penulis; Hermantoni
Editor; Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News