Proyek Rusun Pekerja di Donggala Abaikan Keselamatan

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Donggala, Jurnalsulawesi.com – Pembangunan Proyek Rumah Susun (Rusun) pekerja setinggi empat lantai senilai Rp20 miliar di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah dilaporkan mengabaikan aspek keselamatan pekerjanya.

Pantauan di lokasi, Selasa (15/8/2017), ketika bersama Direktur Rumah Swadaya, Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Johny Fajar Sofyan Subrata dan didampingi Bupati Donggala, Kasman Lassa, didapati petunjuk aspek keselamatan sama sekali tidak tersedia, lazimnya sebuah proyek.

Baca Juga

Kunjungan tersebut sebagai bagian dari “press tour” dalam rangka Hari Perumahan Nasional (Harpenas) pada sejumlah program perumahan di Kementerian PUPR di provinsi Sulawesi Tengah.

Pelaksana proyek rusun untuk pekerja dengan anggaran APBN 2016 dan 2017 itu hanya memberikan helm proyek kepada beberapa tamu, termasuk kedua pejabat dan sejumlah staf.

Ketika rombongan berada di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB, cuaca agak mendung dan sedikit gerimis, kemudian sejumlah pekerja masih tampak melakukan tugasnya.

Hal yang mencolok, pekerja yang melakukan pekerjaan penghalusan atau pengacian dinding pagar rusun pekerja bagian dalam di lantai empat tanpa menggunakan alat pengaman sama sekali.

Padahal posisinya tempat mereka bekerja sangat berbahaya. Terpeleset sedikit saja, para pekerja itu akan terjun bebas dengan ketinggian sekitar 30-40 meter dan mengancam jiwa mereka.

Dikutip dari Antara juga terlihat ketika memasuki lingkungan proyek juga tidak terdapat papan informasi yang mengharuskan para pekerja menggunakan alat alat keselamatan, layaknya sebuah proyek besar.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Bupati Donggala Kasman Lassa dan Direktur Swadaya Johny Fajar Sofyan Subrata, keduanya kaget dan tak merespon dengan komentar apa pun.

Karena itu, staf Kementerian PUPR di dekat Direktur Johny yang memerintahkan kepada pelaksana proyek untuk mulai memperhatikan aspek keselamatan pekerja.

“Tolong Pak. Perhatikan aspek keselamatan sesuai prosedur,” kata staf Kementerian PUPR tersebut.

Proyek tersebut berada tidak jauh dari pusat perkantoran pemerintah Kabupaten Donggala dan berada di atas lahan 3000-4000 meter persegi milik pemerintah.

Proyek rusun pekerja dengan 100 unit kamar ini ditargetkan selesai akhir tahun ini dengan kemajuan konstruksi sekitar 80 persen.

Kontraktor adalah PT Robinson Jakarta dan Konsultan Manajemen Konstruksi adalah Yodi Karya (BUMN).[Ant]

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News