PSBB di DKI Jakarta Diperpanjang Lagi, Tempat Tidur Isolasi Tersisa 19 Persen

  • Whatsapp
Ruang isolasi pasien COVID-19. [Foto: Antara]
Bagikan Artikel Ini
  • 44
    Shares

Jakarta, JurnalNews.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga 14 hari ke depan.

Hal ini berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DKI dan juga tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 959 Tahun 2020 yang mengizinkan perpanjangan selama 14 hari jika kasus belum menurun secara signifikan.

Baca Juga:

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan, Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam penanganan kasus Covid-19 ini. Dari data Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menunjukkan data kasus di DKI telah melandai dan terkendali. Namun kawasan penyangga Bodetabek masih meningkat.

Menurut Anies, Kemenko Marves juga telah menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI selama dua pekan.

Advertisements

“Dalam rapat koordinasi terkait antisipasi perkembangan kasus covid-19 di Jabodetabek, data DKI melandai, tapi kawasan Bodetabek masih meningkat, sehingga perlu penyelarasan langkah-langkah kebijakan,” ucap Anies melalui keterangan tertulis, Kamis (24/9/2020).

Anies mengklaim saat ini mulai tampak tanda-tanda pelandaian kasus positif dan kasus aktif di Jakarta, seiring berkurangnya mobilitas warga saat pengetatan PSBB.

Pada 12 hari pertama September, pertambahan kasus aktif sebanyak 49 persen atau 3.864 kasus. Pada periode PSBB, yakni 12 hari berikutnya, penambahan jumlah kasus aktif masih terjadi, namun berkurang menjadi 12 persen atau 1.453 kasus.

Advertisements

“Pelandaian grafik kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kita masih harus terus bekerja bersama untuk memutus mata rantai penularan. Pemerintah terus tingkatkan 3T (Trace, Test, Treat), dan warga perlu berada di rumah dulu, hanya bepergian bila perlu sekali dan terapkan 3M,” katanya yang dilansir CNN Indonesia.

Sementara itu, kapasitas tempat tidur isolasi pasien Covid-19 di Jakarta sudah 81 persen terpakai hingga 23 September 2020.

Sedangkan kapasitas tempat tidur ICU pasien Covid-19 sudah terpakai 74 persen. Padahal sesuai rekomendasi WHO, tingkat keterpakaian ruang isolasi dan ICU haru di bawah 60 persen dari total kapasitas.

“Dari jumlah tempat tidur isolasi sebanyak 4.812, hingga 23 September, persentase keterpakaiannya sebesar 81 persen. Sedangkan, dari jumlah tempat tidur ICU sebanyak 695, hingga 23 September, persentase keterpakaiannya sebesar 74 persen,” kata Anies dalam keterangannya, Kamis (24/9/2020).

Untuk mencapai standar WHO, Anies Baswedan menambahkan bahwa pihaknya terus bekerjasama dengan rumah sakit swasta, BUMN, TNI dan Polri untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU.

“Namun, usaha menekan pertambahan kasus aktif juga perlu terus dilakukan supaya tidak berkejaran dengan kapasitas fasilitas kesehatan,” ujar Anies.

Advertisements

“Karena itu, diperlukan perpanjangan pengetatan PSBB selama dua minggu ke depan agar kasus COVID-19 dapat turun secara signifikan,” kata Anies yang dikutip JPNN. [***]

Iklan
loading...

Berita Lainnya

Google News