PT CNE Lanjutkan Pembangunan NTM dengan Protokol Covid-19

  • Whatsapp
Direktur Utama PT CNE, Muhammad Sandiri La Anto (baju kotak-kotak) bersama Satgas Covid-19 yang mengawal pembangunan New Tatura Mall di tengah pandemi Corona, usai menggelar jumpa pers, Selasa (19/5/2020). [Trisno/JN]
Bagikan Artikel Ini
  • 146
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Proses pembangunan gedung New Mal Tatura (NTM) Palu sudah dimulai sejak ground breaking (peletakan batu pertama) pada 20 Februari 2020 lalu. Namun, akibat adanya pandemi Covid-19 tahapan pembangunannya sempat terhenti.

Direktur Utama PT Citra Nuansa Elok (CNE), Muhammad Sandiri La Anto mengatakan, meski sempat terhenti namun sejak awal Ramadhan hingga saat ini, proses pembangunan kembali berjalan normal dengan protokol pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) atau virus Corona.

Baca Juga

“Demi proses pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan, kami telah membentuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk melaksanakan protokol kesehatan bagi pekerja dalam proses pembangunan NTM,” jelas M Sandiri La Anto kepada sejumlah wartawan, Selasa (19/5/2020).

Satgas Covid-19 yang ada di proyek NTM ini berjumlah 5 orang, yang melibatkan petugas medis dan aparat keamanan. “Pembentukan Satgas ini dilakukan agar dalam proses pembangunan NTM yang dilaksanakan PT CNE tidak melanggar kebijakan pemerintah dalam pencegahan dan penanganan Covid-19,” katanya.

Salah satu tugasnya sebut Memet (sapaan akrabnya), adalah mengawal khusus tenaga kerja pembangunan NTM, termasuk yang akan didatangkan dari Pulau Jawa, sekira 250 orang.

“Kita juga harus memastikan, bahwa tenaga kerja yang didatangkan betul-betul bebas dari virus corona. Makanya, Satgas covid-19 itulah nantinya yang akan memeriksa mereka. Harus benar-benar steril dari virus Corona. Bila perlu sebelum diberangkatkan ke sini, harus mengantongi surat hasil tes kesehatan dari daerah asal dan seibanya di Palu akan menjalani test kesehatan lagi,” terangnya.

Menurutnya, tenaga kerja asal pulau Jawa yang akan didatangkan merupakan tenaga yang sudah berpengalaman di bidangnya. “Kita akan tetap melibatkan tenaga kerja lokal sesuai dengan kebutuhan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 PT CNE, Muhammad Yakin mengatakan, saat ini protokol pencegahan yang dilakukan baru sebatas mengukur suhu tubuh pekerja dengan thermogun yang dilakukan setiap hari, sebelum memulai bekerja.

“Pembentukan Satgas ini dilakukan berdasarkan instruksi Menteri PUPR, bahwa setiap kegiatan penyelenggaraan jasa kontruksi harus ada protokol pencegahan Covid-19.

“Karena itu, PT CNE diperintahkan bentuk Satgas, yang setiap pagi mengukur suhu tubuh untuk mengantisipasi potensi penyebaran Covid-19,” terangnya.

Karena pekerjaan ini akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, maka ke depan akan diintegrasikan dengan pemantauan ke dinas kesehatan.

“Termasuk melengkapi personel Satgas dengan tenaga medis,” tegasnya. [***]

Penulis: Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News