PT JBM Tuntaskan Preservasi Jalan Nasional Tomata-Beteleme

Hasil preservasi ruas jalan nasional Tomata-Beteleme yang dikerjakan PT Jaya Bersama Makmur (JBM) tahun 2019. [Dok/JBM]
Bagikan Artikel Ini
  • 130
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu, melaksanakan preservasi ruas jalan nasional Tomata-Beteleme sepanjang empat kilometer. Preservasi ini dilakukan guna menjaga kualitas jalan.

Pekerjaan jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan Sulawesi Tenggara (Sultra) ini dibiayai APBN TA 2019 senilai Rp49,3 miliar. Hasilnya, saat ini ruas Tomata-Beteleme segmen I dan II dikerjakan PT Jaya Bersama Makmur (JBM) itu secara keseluruhan sudah dalam kondisi mantap.

Baca Juga

Direktur teknis PT JBM, Subhan ST mengatakan, kontrak kerja yang dilaksanakannya tersebut telah dilakukan Provisional Hand Over (PHO) atau Serah Terima Pertama antara Kontraktor Pelaksana dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) awal Januari 2020, sebagai bukti telah diselesaikannya proses akhir selesai masa pelaksanaan preservasi Jalan ruas Tomata-Beteleme.

Pengukuran dinding penahan tanah (DPT) untuk menahan longsoran yang dibangun PT JBM di ruas jalan nasional Tomata-Beteleme sebelum dilakukan PHO. [Dok/JBM]

Menurut Subhan, selain preservasi jalan PT JBM juga melaksanakan peningkatan kualitas jalan dengan melakukan pembenahan dan rekonstruksi saluran drainase baru sepanjang 4 kilometer dari rencana kontrak sepanjang 3,3 kilometer. Drainase jalan yang dikerjakan PT JBM juga dibangun dan dihubungkan dengan sistem drainase lingkungan.

“Hal ini kami lakukan untuk menghindari genangan dan kami bangun Dinding Penahan Tanah (DPT), sehingga bisa memperpanjang usia jalan ruas Tomata-Beteleme,” katanya.

Pengukuran Drainase yang dibangun dan dihubungkan dengan sistem drainase lingkungan, untuk memperpanjang usia jalan. [Dok/JBM]

Subhan menyebutkan, selama mengerjakan ruas Jalan Tomata-Beteleme pihaknya juga menghadapi berbagai kendala. Salah satunya adalah faktor cuaca, yang membuat PT JBM sempat menghentikan pekerjaan tersebut.

“Pada awal Juni sempat kami hentikan karena tingginya curah hujan. bahkan sempat terjadi banjir di wilayah Morowali Utara hingga merendam peralatan kami,” ujarnya.

Meski demikian lanjut Subhan, akhirnya pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya tersebut bisa tuntas dan bisa dinikmati masyarakat, sebagaimana tujuan dari Preservasi dan pemeliharaan ruas Jalan Tomata-Beteleme.

Loading…

“Alhamdulillah sekarang sudah selesai dan sudah dilakukan PHO. Sebagai rekanan, kami berkomitmen dan menjaga integritas untuk mengerjakan sesuai dengan kontrak yang telah kami sepakati dengan BPJN IV Palu. Ini sesuai dengan harapan dan komitmen kami dalam mengerjakan proyek Preservasi ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu, Ir Satrio Utomo, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3,5 Koridor Tindatana-Taripa-Beteleme, Nasib A. Sera mengatakan, preservasi jalan nasional merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Kementerian PUPR guna menjaga kualitas jalan.

“Preservasi di ruas jalan ini meliputi pemeliharaan rutin jalan, rekonstruksi saluran, pemeliharaan jembatan dan pelebaran jalan menuju standar,” katanya.

Menurutnya, preservasi jalan ruas Tomata-Beteleme yang dilaksanakan tahun 2019 ini dibagi menjadi dua segmen. Segmen I dilakukan penanganan sepanjang tiga kilometer dan segmen II sepanjang satu kilometer. Seluruh pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sesuai kontrak kerja, yakni 300 hari kerja.

PPK 15 Koridor Tindatana-Taripa-Beteleme, Nasib A. Sera (baju putih), saat melakukan pengukuran lebar jalan hasil preservasi sebelum PHO. [Dok/JBM]

Nasib A. Sera menyebutkan, pemerintah melalui Kementerian PUPR terus berupaya meningkatkan ketersediaan infrastruktur jalan dalam kondisi mantap. Bahkan, BPJN XIV Palu memberikan perhatian khusus terhadap penanganan ruas Tomata-Beteleme.

Pelaksanaan core drill aspal untuk menguji kualitas dan kuantitas hasil pekerjaan preservasi di ruas Jalan nasional Tomata-Beteleme. [Dok/JBM]

“Karena jalan nasional ini sangat strategis dan merupakan urat nadi perekonomian yang menghubungkan Sulteng dan Sultra dengan melintasi Kabupaten Morowali Utara dan Morowali (Sulteng),” jelasnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Morowali dan Morowali Utara saat ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulteng, karena adanya kawasan industri pertambangan nikel terbesar di Asia yang dikelola PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) serta kawasan pegembangan perkebunan dan industri minyak kelapa sawit terbesar di Sulawesi Tengah. [Adv]

Penulis; Sutrisno

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA