Pulau-Pulau di Makassar Segera Nikmati Energi Solar

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Makassar, Jurnalsulawesi.com – Sejumlah pulau di Makassar yang berpenghuni akan menikmati listrik yang bersumber dari energi solar. Kabar menggembirakan ini muncul menyusul pertemuan antara Managing Director Power Technology ASEAN Ltd, Ray Littin dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto.

“Makassar ini memiliki 12 pulau dan ada sekitar sembilan di antaranya yang berpenghuni. Tapi kebanyakan itu tidak ada energi listriknya dan inilah yang sedang kita upayakan agar listrik juga bisa dinikmati warga pulau,” ujar Danny, sapaan akrab Ramdhan Pomanto di Makassar, Kamis (4/5/2017).

Baca Juga

Wali kota dalam pertemuannya itu berharap jika teknologi terbarukan yang dimiliki perusahaan Power Technology ASEAN Ltd bisa digunakan untuk menghasilkan listrik bagi warga pulau. Ia menjelaskan jika Makassar memiliki 12 gugusan pulau spermonde yang membentang hingga 52,8 kilometer di sepanjang garis pantai Makassar. Sembilan di antaranya merupakan pulau berpenghuni.

Danny berharap, penjajakan kerja sama antara Makassar dan New Zealand dapat memenuhi pasokan listrik di pulau-pulau Makassar secara optimal. “Nantinya genset sifatnya untuk back up digantikan dengan solar panel dan warga kita bisa belajar memeliharanya,” kata Wali Kota Danny.

Selain untuk pulau-pulau, Wali Kota Danny juga menggadang-gadang memanfaatkan solar energy untuk sekolah, smart pete-pete, halte smart pete-pete, smart library, dan smart canteen.

Solar panel yang dikembangkan Power Technology ASEAN Ltd memiliki keunggulan dibandingkan produk serupa. Usianya lebih panjang bisa 20 hingga 30 tahun, ramah lingkungan, energi yang lebih stabil, bisa digabungkan dengan mesin diesel, dan perpindahan suplai listrik dari panel solar ke mesin diesel berlangsung sekejap.

Power Technology ASEAN Ltd adalah perusahaan yang bergerak di bidang solar energy memiliki pengalaman hingga 35 tahun di bidang teknologi panel surya. Produknya telah dimanfaatkan oleh beberapa kota di dunia termasuk kota-kota di Indonesia.

Pertama kalinya bagi perusahaan yang berkedudukan di New Zealand itu menjajaki peluang kerja sama dengan pemerintah kota. Makassar menjadi kota pertama yang disasarnya.

Sebelumnya, teknologi panel surya yang dihasilkannya dimanfaatkan oleh pihak swasta. “Makassar memiliki potensi energi solar yang melimpah dengan iklim tropisnya. Kami tertarik bekerjasama karena wali kotanya sangat berpikiran terbuka serta ramah terhadap teknologi baru dan terbarukan,” kata Ray Littin.[***]

 

Source; Antara/Republika

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News