Puluhan “Korban” UN-Swissindo Datangi Bank Mandiri

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Puluhan warga dari berbagai daerah di Provinsi Sulawesi Tengah mendatangi kantor Bank Mandiri di Jalan Sam Ratulangi, Rabu (23/8/2017) sekira Pukul 08.45 WITA. Kedatangan mereka guna mencairkan dana seperti dijanjikan UN-Swissindo.

Sayangnya, usaha mereka untuk mendapatkan uang tersebut seperti yang dijanjikan sia-sia, karena Bank Mandiri tidak pernah bekerjasama dengan organisasi mengaku UN- Swissindo.

Baca Juga

Akhirnya para warga merasa kecewa, sebagian langsung pulang, namun sebagian lainnya masih bertahan dengan duduk-duduk bercengkrama di trotoar depan kantor Bank Mandiri.

Kordinator Security Bank Mandiri Mochmad Gatot mengatakan, tadinya mereka ingin masuk, tapi pimpinan menginstruksikan agar dilayani saja di depan kantor, karena bisa menggangu nasabah lainnya.

“Pada intinya Bank Mandiri tidak ada kerja sama dengan pihak UN Swissindo. Bank Mandiri tidak bertanggung jawab terhadap setiap kegiatan maupun transaksi terkait UN-Swissindo,” katanya.

Untuk itu kedepannya, pihaknya akan membuat spanduk seperti terpampang depan kantor ini bertuliskan “Waspada UN Swissindo, Bank Mandiri tidak bekerjasama” untuk ditempatkan pada tempat-tempat strategis di Kota Palu.

Bahkan kata dia, mereka telah membagi-bagikan selebaran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berisikan satgas waspada investasi meminta, masyarakat mewaspadai operasional UN Swissindo.

Sementara itu Nela warga Desa Tulo, Kabupaten Sigi mengaku hanya disuruh datang di Bank Mandiri, oleh pengurus organisasi tersebut. Menurut Pengurus itu pencairan dana dilakukan hari ini.

“Makanya kami datang, sebagian membawa kenderaan sendiri, lainnya menyewa angkot. Untuk mendapatkan ini, kami diberikan berupa selebaran dan harus membayar Rp35 ribu,” katanya.

Nela juga mengaku, demi menerima pencairan tersebut ia rela tak masuk kerja. Bila dihitung-hitung, biaya kerugiannya sekitar Rp180 ribu. [MAL]

 

Red; Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News