PW-IPNU Sulteng Serukan Pilkada Damai

  • Whatsapp
Pengurus Wilayah IPNU Sulawesi Tengah. [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 20
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Pemuda Nahdatul Ulama (PW-IPNU) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Mohammad Iqbal, mengimbau kepada masyarakat, agar menghindari isu Suku, Agama dan Ras (SARA) serta berita dan informasi bohong atau Hoax, dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020.

Ia menegaskan, di tengah perbedaan harus tetap saling mengargai pilihannya masing-masing. Untuk itu kita harus tetap menjaga kondusifitas, dan harmonisasi di masyarakat.

Baca Juga:

”Perbedaan pilihan adalah keniscayaan yang tak terelakkan dalam demokrasi. Namun, perbedaan pilihan harus dipandang sebagai suatu potensi menghasilkan kepemimpinan yang, jujur dan adil,” ujar Iqbal kepada wartawan, Selasa (4/8/2020).

Menurut Iqbal, Pilkada adalah instrumen demokrasi untuk menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan kehendak rakyat dan tentunya menjalankan amanat rakyat di setiap daerahnya di Sulteng.

Advertisements

Karena itu kata Iqbal, masyarakat harus mengetahui latar belakang calon kepala daerah yang akan dipilih. Penting mempunyai pemimpin yang memiliki kemampuan menyejaterakan masyarakat, tidak tercela, dan tidak melanggar nilai moral.

Menurutnya, pemimpin harus memiliki visi-misi untuk membagun kemajuan. Pemimpin adalah figur yang bisa mengayomi seluruh elemen masyarakat. Mereka harus bisa menjadi pemimpin untuk semua.

Untuk mewujudkan pilkada yang damai, setidaknya ada dua faktor penting yang harus terlibat. Pertama adalah KPU yang berwenang melaksanakan pilkada. Di tangan para pelaksana pilkada inilah akan lahir pilkada yang damai atau pilkada yang bermasalah.

Advertisements

Karena itu tambahnya, penting bagi anggota KPU dan pengawas pemilu (Bawaslu) untuk menjalankan perannya secara baik dan tidak memihak. Apabila KPU dan bawaslu telah memainkan perannya dengan benar maka potensi masalah yang muncul dari tidak profesionalnya KPU akan bisa dihindari. Dengan begitu, kemungkinan munculnya konflik dapat diminimalkan.

Faktor kedua adalah para calon kepala daerah dan tim suksesnya. Para calon kepala daerah memiliki peran yang sangat sentral dalam menentukan pilkada berjalan damai atau tidak. Selama ini konflik yang muncul dari setiap pelaksanaan pilkada akibat calon kepala daerah dan tim suksesnya tidak mau menerima kekalahan.

Sangat penting bagi calon kepala daerah, termasuk tim suksesnya, untuk berlapang dada saat mengetahui pihaknya kalah. Mereka harus benar-benar mewujudkan sikap siap kalah tersebut bukan sekadar penghias bibir, tetapi diwujudkan dalam perilaku.

Sering kali kericuhan yang muncul dalam pilkada karena para calon kepala daerah yang kalah dan tim suksesnya menghasut para pemilihnya untuk memprotes hasil pilkada.

“Hal ini tidak boleh terjadi dalam pilkada serentak kali ini, khususnya di Kabupaten Sigi,” katanya.

“Bila dua faktor di atas telah menjalankan perannya dengan jujur dan benar, insya Allah Pilkada Damai yang kita inginkan dapat terwujud,” tutup Iqbal. [***]

Advertisements

Penulis: Thio Jum/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News