Ratusan Buruh Kembali Demo Larangan Kontainer Masuk Kota

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Ratusan buruh kembali melakukan aksi demo terkait larangan kontainer masuk kota, di depan Kantor DPRD Kota Palu, Jalan Mohammad Hatta, Selasa (24/10/2017).

Peserta aksi demo kali ini merupakan gabungan buruh dari Pelabuhan Kabupaten Donggala dan Pelabuhan Pantoloan Kota Palu. Mereka datang dengan mengendarai kontainer dan sejumlah sepeda motor.

Baca Juga

Dalam aksinya, para buruh dengan tegas menolak kebijakan Wali Kota Hidayat, yang melarang peti kemas atau kontainer masuk kota pada pagi dan siang hari.

Koordinator aksi, Joko dalam orasinya mengatakan, massa menuntut pihak pemerintah kota setempat untuk segera mencabut keputusan walikota tersebut.

Menurutnya, keputusan walikota itu tidak populis dan hanya merugikan rakyat, khususnya kaum buruh.

Setelah melakukan orasi, para burug melalui perwakilan ditemui Ketua DPRD Kota Palu Ishak Cae. Dalam pertemuan itu Ishak Cae berjanji memfasilitasi tuntutan pendemo dengan menggelar pertemuan bersama Wali Kota Palu Hidayat dan instansi terkait.

“Mudah-mudahan pak Walikota sudah datang dan bisa hadir dalam pertemuan pada Rabu pekan depan,” katanya yang didampingi Hamsir, anggota DPRD Kota Palu.

Sementara Anggota DPRD Kota Palu, Hamsir meminta kepada Pemerintah Kota Palu agar meninjau kembali keputusan melarang kontainer masuk kota.

Ia juga mengajak semua pihak untuk duduk bersama membahas dan menyelesaikan polemik tersebut.

Aksi berlangsung aman dan lancar dibawah pengawalan ketat aparat kepolisian setempat.

Sebelumnya, kontainer dilarang masuk jalur kota pada pagi dan siang hari dan hanya bisa beroperasi atau masuk kota mulai pukul 00.00 malam hingga pukul 06.00 pagi.

Hal itu didasarkan pada Surat Keputusan Wali Kota Palu Hidayat bernomor 551.2/549/DISHUB/2017 tentang Pengoperasian dan Lintasan Angkutan Peti Kemas di wilayahnya.

Selain angkutan kontainer atau peti kemas, dalam SK itu juga melarang truk masuk jalur kota dengan beratnya melebihi 8 ton dan angkutan yang panjangnya lebih dari 8 meter.

Seperti diberitakan sebelumnya, para buruh ini juga sudah melakukan aksi yang sama beberapa waktu lalu. [***]

 

Source; Sultengterkini.com

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News