Refocusing APBD Tolitoli untuk Penanganan Covid-19 Rp54 Miliar

  • Whatsapp
Plt. Kepala BKD Tolitoli, Najarudin Lanta. | Foto: Rahmadi Manggona
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Sebanyak 15 persen atau senilai Rp54 miliar dari total Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021, pada pos belanja Dana Alokasi Umum (DAU) akan direfocusing, untuk penanganan Covid-19.

Jumlah tersebut sudah termasuk untuk menutupi pengurangan transferan DAU dari Pemerintah Pusat.

Baca Juga

“Kebijakan dari Pemerintah Pusat, kita dibebani refocusing sebesar 15 persen atau Rp54 miliar Dana Alokasi Umum (DAU), sudah dengan menutupi pengurangan transferan DAU sebesar 20 miliar,” kata Plt. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Tolitoli, Najarudin Lanta, di Tolitoli, Jumat 27 Agustus 2021.

Pelaksanaan refocusing atau penyesuaian anggaran, kata Najarudin wajib dilaksanakan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Jika sampai deadline atau batas waktu yang diberikan dari Pemerintah Pusat yakni pada 2 September 2021, Pemda belum melakukan refocusing, akan berdampak pada keterlambatan transferan dana dari pusat.

“Kita diberikan deadline sampai 2 September, dan kami sudah sampaikan ke semua OPD untuk melaporkan hasil refocusing pada 27 Agusutus. Kalau terlambat di laporkan, akan berdampak pada keterlambatan transferan di semua belanja termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pusat,” jelasnya.

Anggaran refocusing yang diusulkan, kata Najarudin Lanta telah dimelalui reviu Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Inspektorat Tolitoli.

“Iya, anggarannya sudah direview APIP,” jelasnya.

Ia menjelaskan ada tiga point sehingga dilakukan refocusing atau penyesuaian anggaran.

Pertama, untuk memperlancar dukungan terhadap pelaksanaan vaksinasi. Kedua, untuk pemulihan ekonomi kepada masyarakat akibat dampak Covid-19.

“Dan yang terakhir untuk pemvayaran insentif tenaga medis,” tutupnya. ***

Berita Terkait

Google News