Relawan Kecewa Gerindra Dapat Jatah Menteri Jokowi

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) didampingi Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo mengangkat ibu jari usai bertemu Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). [Antara]
Bagikan Artikel Ini
  • 579
    Shares

Jakarta, JurnalNews.id – Kelompok relawan Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) mengkritisi beberapa nama yang dalam dua hari ini dipanggil Presiden Joko Widodo, yang kemungkinan akan menjadi calon menteri di kabinet lima tahun mendatang.

“Prabowo yang jelas-jelas rivalnya malah diundang. Sebagai relawan pemenangan Jokowi sejak Pilgub DKI Jakarta 2012 hingga Pilpes 2019, kami sangat kecewa,” kata Ketua Umum DPP Jaman, A. Iwan Dwi Laksono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (22/10/2019) malam.

Baca Juga

Dia menilai, selain ahli di bidangnya, hanya dua kriteria orang yang pantas masuk kabinet yaitu bagi menteri pertahana adalah punya prestasi dan bagi pendatang baru, harus orang yang benar-benar berkeringat memenangkan Jokowi di Pilpres demi visi bersama “Indonesia Maju”.

Menurut dia, menteri petahana yang jelas-jelas prestasinya seperti Susi Pujiatusi dan Ignasius Jonan justru tidak dipanggil, padahal capaian keduanya selama menjadi menteri di Kabinet Kerja Jilid I mendapatkan apresiasi.

“Padahal capaian Susi untuk perikanan dan kedaulatan maritim Indonesia luar biasa. Sama halnya capaian positif Jonan terkait kemandirian energi dalam negeri seperti kebijakan BBM satu harga, amendemen kontrak seluruh pemegang Kontrak Karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B),” ujarnya.

Dia menyarankan agar Presiden fokus mencari calon menteri yang dapat mewujudkan visi dan misinya, yang tentu sangat berbeda dengan rivalnya di Pilpres lalu.

Iwan berharap Presiden bisa lebih leluasa memilih para pembantunya tanpa beban, tanpa tekanan dari konsep proporsionalitas bagi-bagi “kue” yang adil di internal partai koalisi dengan landasannya bisa dari kuantitas perolehan suara partai.

Loading…

“Kami ingat, Bapak Jokowi sering sekali mengatakan di rapat-rapat dengan relawan bahwa di periode selanjutnya tanpa beban memilih orang di kabinet, untuk mencari pembantunya yang fokus kerja nyata , bukan cari muka,” katanya yang dilansir Antara.

Sebelumnya, Ketua Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer juga mengaku kecewa masuknya Gerindra di Kabinet Jokowi Jilid II. saat bertemu dengan Jokowi di Istana Jakarta, Minggu malam 20 Oktober 2019.

Dia mengungkapkan, saat bertemu dengan Jokowi di Istana Jakarta, Minggu (20/10/2019) malam, hal pertama yang dibahas bersama Presiden malam ini adalah perihal acara pelantikan dan soal kemungkinan partai oposisi yang saat ini dimungkinkan masuk koalisi.

“Yaitu Partai Gerindra, kita sebetulnya sedikit kecewa ya (masuk ke Kabinet/koalisi), karena apalagi kaya saya, yang langsung head to head dengan kelompok mereka di bawah,” kata Immanuel di kompleks Istana Kepresidenan.

Akan tetapi dia mengatakan bahwa ini adalah pilihan Presiden. Dia menegaskan relawan tidak larut dengan kekecewaan tersebut. “Karena, apapun yang dilakukan presiden punya pertimbangan tersendiri, pasti pertimbangan politik, selain politik ada pertimbangan buat menyatukan bangsa ini ke depan,” kata dia.

Dia juga menegaskan tidak terjebak dengan sikap emosional karena Gerindra masuk dalam Kabinet Jokowi-Ma’ruf. Kata dia, harus ada hal yang lebih rasional untuk bangsa Indonesia.

“Kalau saya secara pribadi dan organisasi sangat kecewa, tapi kan ini pilihan politik. Karena bagaimana pun presiden punya pertimbangan pertimbangan rasional,” kata dia.

Dia pun menegaskan, menghormati keputusan Presiden. “Sangat menghormati. Itu sudah pilihan yang terbaik. Karena bangsa ini kan butuh rekonsiliasi,” tuturnya.

Pagi ini Rabu 23 Oktober 2019, rencanya Jokowi akan mengumumkan kabinet menterinya. [***]

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA