Relawan Tim Hukum dan Advokasi Rusdy-Ma’mun Perintahkan Tangkap Oknum Sweeping Kartu KSS

  • Whatsapp
Agussalim, SH.
Bagikan Artikel Ini
  • 337
    Dibagikan

Palu, JurnalNews.id – Koordinator Bersama Relawan Tim Hukum dan Advokasi Rusdy-Ma’mun, Agussalim, SH mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Hal itu dilakukannya sebagai bentuk respon atas polemik dan multi tafsir pengumuman yang dikeluarkan KPU Sulteng, terkait diskresi Kartu Sulteng Sejahtera (KSS) yang menjadi program Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur nomor urut 02 Rusdy Mastura-Ma’mun Amir di Pilgub Sulteng 2020.

Lihat Juga

Dalam pertemuan dengan KPU Sulteng yang diwakili Komisioner KPU Sahran Raden, masalah KSS sudah final. Namun menyangkut penarikan kartu tersebut kata Agus, bukanlah ranah KPU dan adanya perintah kepada oknum-oknum tidak bertanggungjawab untuk melakukan penarikan kartu yang sudah beredra di masyarakat.

“Kan ada aturannya dan itu dilakukan jika diperlukan KPU,” kata Agussalim dalam keterangannya, Selasa (1/12/2020).

“Jika ada oknum-oknum yang melakukan penarikan kartu tersebut,kepada seluruh tim pemenangan saya menyerukan, tangkap dan bawa ke pihak kepolisian,” tegas Agussalim.

Karena semua tindakan tersebut tambah Agus, hanya untuk sensasi semata. Ia juga mempertanyakan di mana peran dan tugas Panwas.

“Jika rekomendasi Bawaslu direspon cepat oleh KPU Provinsi Sulteng, kenapa Panwas tidak menjadi petugas yang siap menjalani tugas di lapangan atas kejadian penarikan kartu KSS,” ucapnya.

“Ini yang saya katakan salah kaprah KPU dan Bawaslu, bahwa dengan mudahnya memutuskan stigma aturan normatif menjadi formil dengan tidak mempertimbangkan kondisi lapangan,” katanya.

Ia menyebutkan, ada pembiaran tanggungjawab KPU Provinsi Sulteng dalam memutuskan sesuatu terkait Kartu KSS tersebut.

“Saya sudah turun lapangan, di Ampana, Poso dan Parigi. Saya imbau kepada Relawan Tim Hukum dan Advokasi Rusdy-Ma’mun untuk mengajak relawan lainnya, melakukan penelusuran dan menindak langsung oknum-oknum tersebut. Bila perlu, langsung seret, ke pihak Kepolisian,” tegasnya lagi.

Ia juga menegaskan kepada oknum-oknum yang melakukan penarikan kartu KSS yang tertangkap, untuk bertemu di ranah litigasi, baik di Kepolisian, Kejaksaan hingga Peradilan.

“Memang susah kalau sudah terhasut aturan apa saja, semua oknum oknum tersebut melakukan sembunyi-sembunyi. Bahkan, kami sudah punya data, tinggal tunggu momentnya saja, siapa yang akan tertangkap OTT oleh Relawan Tim Hukum dan Advokasi Rusdy-Ma’mun bersama relawan dan pendukung Rusdy Ma’mun lainnya,” katanya.

“Karena yang berhak menindaklanjuti pengumuman itu selain KPU adalah Bawaslu. Bukan oknum-oknum itu,” tegasnya. [***]

Editor: Sutrisno/*

Berita Terkait

Google News