Relawan Tim Hukum Rusdy Mastura: Timses Abal-abal, Anleg Kok Tidak Tau Aturan

Relawan Tim Hukum dan Advokasi Rusdy Mastura saat melaporkan oknum anleg yang diduga melanggar aturan kampanye Pilkada di Bawaslu Kabupaten Parigi Moutong. [Foto: Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 272
    Dibagikan

Palu, JurnalNews.id – Koordinator Relawan Tim Hukum dan Advokasi Rusdy Mastura, Agussalim, SH menyoroti sebuah video yang sedang viral beredar di media sosial (medsos) dan di group-group WhatsApp terkait seorang oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) Dapil III.

Dalam video tersebut menampilkan Anleg membuka sebuah spanduk Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura-Ma’mun Amir yang menutupi spanduk Paslon Gubernur Nomor 1, Mohammad Hidayat Lamakarate-Bartholomeus Tandigala.

Baca Juga:

“Yang memviralkan video di sebuah lokasi daerah kecil, Paleleh Pantai Timur mempertontonkan kejadian spanduk yang melekat menindih Paslon 01 Pilgub,” tutur Agussalim dalam keterangannya di Palu, Selasa (20/10/2020).

Ia menduga bahwa ini provokasi dan arogansi oknum Anleg. Kalau itu murni pelanggaran, mana petugas Panwas dan mana laporan ke Bawaslu. Setidaknya ujar Agussalim, saat bertindak ada petugas yang berwenang. Dalan video itu, Anleg tersebut yang komen, dia pula video sendiri.

“Bikin komentar sendiri, viralkan sendiri, jadi lucu. Apalagi oknum ini seorang Aleg, masa tidak tahu aturan hukum yang bekerja dalam Pilgub. Timses abal-abal,” tandasnya.

Agussalim mengaku, menerima video itu sejak tiga hari lalu. Kemudian, ia menunggu respon laporan mereka Anleg tersebut di Bawaslu Parmout maupun Bawaslu Sulteng dengan batas waktu tiga hari itu.

“Namun tidak ada kabar, maka kami bersama tim melaporkan balik kejadian itu,” kata Agus.

“Tidak ada hingga saat ini, makanya saya yang laporkan oknum ini ke Bawaslu Parmout. Kenapa kita laporkan balik, itu karena motif dan perilaku jabatan oknum tersebut memperlihatkan tindakan itu inskonstitusional,” tambahnya.

Justeru pihaknya lanjut Agussalim ingin menguji dari motif apa di balik memviralkan kejadian itu tanpa alat bukti dari saksi, dan laporan ke pihak berwenang. Begitulah kalau tidak paham aturan,. Dan prilaku seperti itu menandakan orang yang tidak tahu aturan hukum.

“Pihak kami siap menunggu peran oknum Anleg ini bereaksi. Jangan bikin malulah, karena ada institusi yang melekat pada oknum itu. Anleg kok tidak tahu aturan,” ujar Agussalim dengan nada kesal

Ia juga mengaku punya koalisi partai mayoaritas di DPRD Parmout, justeru Ia melihat proxi pengusung partisan oknum ini yang banyak masalah hukum di DPRD Parmout. [***]

Editor: Sutrisno/*

loading...

Berita Lainnya

Google News