Resmi, Jemaah Haji dan Umrah Indonesia Bisa Terbang ke Arab Saudi Tanpa Transit

Ilustrasi haji. | Pixabay/Konevi
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Kabar gembira datang untuk umat muslim Indonesia yang akan melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Pemerintah Arab Saudi terus melalukan pelonggaran dua masjid suci di Mekkah dan Madinah yang sebelumnya sempat ditutup karena pandemi Covid-19.

Baca Juga

Tak lama lagi, pemerintah Arab Saudi secara resmi mencabut suspend penerbangan dari Indonesia, yang akan berlaku mulai 1 Desember 2021 nanti.

Dengan adanya pencabutan suspend penerbangan dari Indonesia, maka warga Indonesia bisa langsung terbang ke Arab Saudi tanpa harus transit ke negara ketiga.

Kabar tersebut dipastikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Hilman Latief, yang saat ini tengah berada di Arab Saudi.

Ia memastikan edaran yang diterbitkan otoritas penerbangan Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA), tertanggal 25 November 2021 ini juga berlaku untuk penerbangan jemaah umrah.

Namun demikian, Hilman melanjutkan, bukan berarti keberangkatan jemaah umrah bisa langsung dilakukan pada 1 Desember 2021.

Terdapat sejumlah proses persiapan yang harus dilakukan, antara lain terkait pendataan jemaah, paket layanan, dan pengurusan visa.

“Menindaklanjuti dicabutnya suspend penerbangan, Kementerian Agama RI dan Kementerian Haji Saudi akan membahas teknis penyelenggaraan umrah,” ujar Hilman, dikutip dari situs Kemenag, Minggu, 28 November 2021.

Kemenag dan tim Konsul Haji KJRI Jeddah, dijadwalkan Minggu, membahas dan mendiskusikan skenario penyelenggaraan umrah bersama Kementerian Haji dan Umrah Saudi.

Hilman menjelaskan, pihaknya dalam pertemuan itu akan memaparkan kesiapan Indonesia dan skenario pemberangkatan jemaah umrah di masa pandemi.

Skenario tersebut antara lain berkenaan dengan one gate policy (kebijakan satu pintu), skema karantina, validasi sertifikat vaksin dan hasil PCR, manasik umrah di masa pandemi, serta lainnya.

“Dengan Kemenhaj Saudi, kita juga akan bahas skema dan durasi waktu karantina di Saudi, proses pengurusan visa, paket layanan, termasuk jadwal pergerakan dan masa tinggal jemaah selama di Tanah Suci,” kata Hilman.

Dirjen PHU berharap skenario bersama ini bisa segera disepakati sehingga dapat menjadi panduan bagi pemerintah, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), dan juga jemaah umrah.

“Semoga jemaah umrah Indonesia bisa segera mengobati kerinduannya untuk ziarah ke Tanah Suci,” harap Hilman.***

Pos terkait

Google News