Ribuan Abnaul Khairaat Hadiri Haul Guru Tua

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
Dua calon Gubernur Sulteng (Longki-Cudi) duduk berdampingan di acara puncak Peringatan Haul Habib Idrus bin Salim Aljufri, Selasa (28/7/2015). Kedua calon  gubernur ini mengajak ribuan abnaul Khairaat yang hadir untuk saling menjaga toleransi antar umat beragama. [Foto: Mahbub/JurnalSulteng]    

Palu, Jurnalsulteng.com- Ribuan abnaul Khairaat memadati kawasan perguruan Islam Al-Khairaat dalam puncak Peringatan Haul Habib Idrus bin Salim Aljufri atau yang lebih dikenal guru Tua ke 47, di Jalan Sis Aljufri, Selasa (28/7/2015).

Ribuan masyarakat abnaul Khairaat yang datang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah (Sulteng) serta abnaul Khairaat di Indonesia Timur pada umumnya.

Lihat Juga

Peringatan Haul guru Tua ke 47 ini juga dihadiri Gubernur Sulteng, Drs H. Longki Djanggola dan Wakil gubernur Sulteng, H.Sudarto, Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba, Kepal Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulteng Idham, walikota Palu, Drs H. Rusdi Mastura. Selain itu guru Tua, juga dihadiri mantan Menteri Perikanan dan Kelautan era Susilo Bambng Yudoyono (SBY) Fadel Muhammad dan mantan Menteri Sosial era SBY jilid dua, Salim Seggaf Aljufri.

Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, mengajak para abnaul Khairaat agar terus berbuat kebajikan untuk bangsa, negara dan daerah. Longki juga mengimbau, kepada masyarakat Sulteng sepatutnya menjaga warisan-warisan keagamaan yang ditinggalkan oleh guru Tua, sebab kata Longki, guru Tua telah memberikan keberagaman beragama dan toleransi kepada semua umat di Sulteng khususnya di Kota Palu.

“Menjadi referensi umat beragama memalui Alkhairaat untuk kemajuan pendidikan di Sulawesi Tengah,” katanya.

Ditambahkannya, beberapa bulan kedepan Provinsi Sulteng akan melaksanakan hajatan besar dan hajatan pesta demokrasi daerah yaitu Sail Tomini dan Pimilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada).

Longki mengajak seluruh pemuka agama khususnya abnaul Khairaat serta elemen masyarakat di Sulteng untuk bersama-sama, mendorong suksesnya Sail Tomini yang berpusat di kabupaten Parigi Moutong dan kota Palu sebagai tuan rumah para tamu.

Longki mengatakan, Pada Pemilukada serentak di tujuh kapuaten satu kota serta Pemilihan Gubernur (Pilgub), silahkan msyarakat memilih pemimpinnya sesuai keinginan dan pilihan hati.

“Mari dijaga bersama momentum pesta demokrasi ini, sebab pada Pilgub nanti, calon gubernur dan wakil gubernur sampai hari ini baru saya dengan pak Rusdi Mastura yang mendaftar ke KPU sebagai calon,” ujarnya.

Itu artinya kata Longki, di Pilgub nanti hanya ada dua calon gubernur yang bekompetisi.
“Saya dengan pak Cudi yang dapat dipastikan akan mengikuti pemilihan gubernur. Komitmen kami saling mendukung siapa pun diantara kami berdua menjadi gubernur 5 tahun kedepan. Saya mengajak seluruh abnaul Khairaat menjaga dan menjadi terdepan sebagai penjaga moral bangsa dalam momentum Pilkada,” seru Longki.

Sementara itu, Walikota Kota Palu, Rusdi Mastura dalam sambutannya, mengajak seluruh abnaul Khairaat dan masyarakat kota Palu untuk selalu memberikan kontribusi dalam pembangunan dan kemajuan pendidikan di Alkhairaat. Ia juga mengimbau kepada abnaul Khairaat, untuk menjaga dan mensukseskan serta menjaga ketertiban daerah, sebab pada Pilgub nanti, hanya ia dan Longki Djanggola yang bakal berkompetisi.

“Kalau pak Longki jadi gubernur maka saya akan mendukung beliau, begitu dia, kami berdua sama saja,” ucap Cudi.
Olehnya itu kata dia, ketertiban dan keamanan pada Pilkada serentak Desembar mendatang harus dijaga bersama.

“Kebetulan disini ada bapak Kapolda, insha Allah pak Kapolda, Pilgub nanti akan aman dan berjalan baik, masyarakat sudah cerdas dalam melaksanakan pemilu,” katanya.

Pada akhir penutupan Haul, ketua utama Alkhairaat, Habib Seggaf Aljufri, mengaku bangga. Pasalnya ribuan masyarakat abnaul Khairaat berbondong-bondong datang dan memeriahkan puncak acara ini. Habib Seggaf juga berterima kasih kepada Pemprov dan Pemkot atas kontribusinya kepada Alkhairaat.

“Menjadi suatu kebanggaan bagi kota Palu, sebab pemerintah telah menetapkan wilayah jalan Sis Aljufri, menjadi kawasan wisata religi,” ungkapnya.

Dikatakannya, peran pemerintah untuk menetapkan jalan Sis Aljufri menjadi kawasan wisata religi patut diapresasi.

“Di kawasan ini ada hotel, kuliner ala Timur Tengah, dan ada juga Rumah Makan khas kaili, ini semua dapat dimanfaatkan bagi para wisatawan yang datang berwisatadi kota Palu,” kata Habib.

Habib Seggaf menutup puncak acara Haul pukul 12.30 WITA dengan doa untuk kemaslahatan umat agar selalu mendapat perlindungan Allah yang Maha Kuasa.[***]

Penulis; Mahbub
Editor; Sutrisno

Berita Terkait

Google News