Riset: Olahraga saat Perut Kosong Lebih Efektif Bakar Lemak

Ilustrasi
Bagikan Artikel Ini
  • 91
    Shares

JurnalNews.id – Perdebatan terkait efektivitas olahraga saat kondisi perut lapar atau terisi dengan sarapan hingga kini masih menjadi perdebatan.

Riset terbaru yang dipublikasikan di Inggris pada Jumat (27/12/2019) mencatat berolahraga ketika perut belum diberi asupan sarapan justru lebih efektif membakar lemak dan gula darah. Disamping itu, Anda juga menjadi tidak mudah lelah atau pusing.

Baca Juga

Memuat...

Riset yang melibatkan 30 pria bertubuh tambun diminta berolahraga dan tidak sarapan sebelumnya. Hasilnya, mereka dua kali lebih efektif membakar lemak dibandingkan pria yang mengonsumsi sarapan sebelum berolahraga.

Dilansir CNN, efektivitas pembakaran lemak terjadi lantaran ketika berolahraga tubuh dipaksa memanfaatkan karbohidrat.

Ketika belum ada asupan makanan, otot-otot dalam tubuh justru lebih responsif terhadap insulin yang mengendalikan gula darah. Dengan begitu, risiko diabetes dan penyakit jantung menjadi berkurang.

Sebaliknya, riset yang dilakukan selama enam pekan itu mencatat mereka yang mengonsumsi sarapan sebelum berolahraga justru tidak efektif menurunkan berat badan.

“Kelompok pria yang berolahraga sebelum sarapan memiliki kemampuan lebih baik dalam merespons insulin. Dengan begitu, mereka lebih efektif menurunkan berat badan,” ungkap ahli fisiologi kebugaran, Javier Gonzalez dalam sebuah pernyataan.

Perbedaan asupan makanan saat sebelum dan sesudah beraktivitas fisik menurutnya turut memengaruhi pembakaran kalori dalam tubuh.

Hasil riset serupa sebelumnya juga sempat dilakukan oleh tim peneliti dari University of Bath pada 2017 lalu. Saat itu, 10 pria ikut serta dalam riset dan menemukan hasil serupa, kadar gula darah dan lemak lebih banyak terbakar ketika perut dibiarkan tanpa asupan sebelum berolahraga.

Efektivitas olahraga tanpa asupan sarapan sebelumnya juga sempat diteliti dalam sebuah riset yang melibatkan 28 pria sehat dan aktif secara fisik pada 2010.

Ketika itu, tim peneliti membagi satu kelompok yang tidak berolahraga sementara kelompok lainnya aktif bersepeda dan lari pagi empat kali seminggu; satu kelompok lain makan sebelum berolahraga dan lainnya makan setelahnya.

Hasilnya, kelompok pria yang tidak berolahraga tercatat bertambah berat badan. Hanya saja, hasil riset justru sebaliknya, berat badan mereka yang sarapan sebelum berolahraga juga bertambah.

Sementara mereka yang berolahraga saat perut kosong justru kadar lemak turun, kadar gula darah dan berat badan tetap stabil. [***]

Sumber; CNNIndonesia

loading...

Berita terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA