Riset Terbaru: Ini Kampret Penyebab Munculnya Corona

  • Whatsapp
Kelelawar [Ilustrasi]
Bagikan Artikel Ini
  • 271
    Shares

JurnalNews.id – Kelelawar, sebagian orang menyebutnya dengan nama kampret, diklaim menjadi penyebab awal virus corona jenis baru atau COVID-19 muncul. Hal ini setidaknya dikatakan oleh China saat pertama kali virus ini menjadi epidemi di Wuhan, Provinsi Hubei.

Meski demikian, belum ada yang tahu jenis kelelawar apa yang menjadi inang pertama. Tapi, dari penelitian ahli virologi dan ilmuan China Shi Zhengli sepertinya hal tersebut perlahan terungkap.

Baca Juga

Dalam laporan yang diterbitkan di situs Biorxiv.org, ilmuwan yang jadi kepala peneliti penyakit menular di institut virologi Wuhan ini menulis bahwa kelelawar tapal kuda merupakan inang dari virus yang terkait Sars coronavirus (SARSr-CoVs).

Penelitian yang masih harud dikaji ini menulis bahwa kelelawar membawa banyak virus corona dengan tingkat keragaman genetik yang tinggi, terutama pada jumlah lonjakan protein yang menunjukkan bahwa mereka telah berevolusi dari waktu ke waktu untuk membantu penularannya.

“Semua protein kelelawar SARSr-CoV yang diuji memiliki afinitas pengikatan yang lebih tinggi pada ACE2 manusia daripada pada kelelawar ACE2, meskipun mereka menunjukkan afinitas pengikatan 10 kali lipat lebih rendah pada ACE2 manusia dibandingkan dengan rekan SARS-CoV mereka,” katanya mengutip laporannya yang ditulis oleh SCMP.

Advertisements

ACE2, atau angiotensin-converting enzyme 2, adalah protein yang menyediakan titik masuk bagi coronavirus untuk menghubungkan dan menginfeksi sel manusia, sedangkan lonjakan protein adalah bagian dari virus yang bisa mengikat ke sel manusia.

Penelitian laboratorium sebelumnya membangun hubungan genetik yang kuat antara virus corona yang menyebabkan Covid-19 dan satu ditemukan di kelelawar tapal kuda di Cina tenggara.

Shi telah menjadi subyek spekulasi yang intens atas pekerjaannya di institut, yang meliputi penemuan reservoir kelelawar alami untuk patogen Sars (sindrom pernafasan akut yang parah) yang menyebar melalui Cina selatan dari tahun 2002 hingga 2003.

Presiden AS, Donald Trump bulan lalu meyakini bahwa virus corona baru terkait dengan Institut Virologi Wuhan, bahkan setelah intelijen AS mengatakan bahwa bukan buatan manusia atau dimodifikasi secara genetis. Meski begitu, hal ini masih diteliti untuk menentukan apakah wabah dimulai dari hewan yang terinfeksi atau kecelakaan laboratorium.

Beberapa minggu sebelumnya Shi juga membantah patogen itu entah bagaimana bocor dari labnya.

“Saya menjamin dengan hidup saya bahwa virus tidak ada hubungannya dengan lab saya,” katanya dalam sebuah postingan WeChat pada bulan Februari lalu.

Shi pun menepis desas-desus bahwa dia telah kabur atau membelot dari Cina bersama keluarganya dan membawa ratusan dokumen rahasia bersamanya.

“Tidak peduli betapa sulitnya hal itu, tidak akan ada pembelotan seperti yang dikatakan rumor yang berkembang,” sambung dia.[***]

Sumber: CNBC Indonesia

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News