RS Darurat Pemprov Sulteng Rawat Empat Pasien Positif Covid-19

  • Whatsapp
Gubernur Sulteng Drs Longki Djanggola meninjau RS Darurat penanganan Covid-19 di gedung LPMP Kota Palu, Jumat (25/9/2020. [Foto: Humas Pemprov Sulteng]
Bagikan Artikel Ini
  • 86
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) telah memanfaatkan Rumah Sakit (RS) Darurat untuk merawat pasien positif Covid-19. Salah satu RS Darurat Pemprov yang berlokasi di gedung LPMP di Kota Palu yang menyediakan 32 Kamar.

Plt Kapala Dinas Kesehatan Propinsi Sulteng dr. Jumriani mengatakan, saat ini sudah ada empat orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di RS Darurat tersebut.

Baca Juga:

“RS Darurat tersedia 32 kamar dan saat ini sudah merawat 4 Pasien terkonfirmasi Covid-19,” kata Jumriani dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2020) petang.

Menurut Kadis, pemanfaatan RS Darurat tersebut atas perintah Gubernur Sulteng Drs Longki Djanggola, agar segera memanfaatkan RS Darurat seiring dengan meningkatnya jumlah pasien yang terkonfrimasi positif Covid-19 di Sulteng.

Advertisements

“Untuk saat ini RS darurat hanya dilayani 4 orang dokter dan 8 orang perawat,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulteng Drs. H. Longki Djanggola, M.Si mengapresiasi atas dibukanya RS Darurat untuk menangani pasien positif Covid-19.

Advertisements

Melihat peningkatan jumlah kasus positif Covid-19, Gubernur berharap agar dapat disiapkan lagi RS Darurat tambahan untuk melayani pasien Covid-19.

Selain itu, gubernur juga meminta agar seluruh RS swasta yang ada akan diminta kesediaannya dan kesiapannya untuk menerima perawatan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

“Hari Senin, kita undang seluruh direktur RS swasta yang ada di Sulawesi Tengah untuk membicarakan kesiapannya untuk menerima perawatan pasien terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Gubernur Longki saat meninjau RS Darurat LPMP, Jumat (25/9/2020.

Gubernur berharap, semua yang terkonfirmasi positif Covid-19 harus dirawat di Rumah Sakit atau di tempat yang disiapkan pemerintah  dan terus dalam pengawasan tenaga medis.

“Pemerintah tidak boleh membiarkan ada yang menjalani isolasi mandiri karena beresiko menularkan kepada keluarga mereka,” tegas gubernur. [***]

Advertisements

Sumber: Humas Pemprov Sulteng

Iklan
loading...

Berita Lainnya

Google News