Rusia Dilarang Ikut Olimpiade dan Piala Dunia, Putin ‘Ngamuk’

Presiden Rusia Vladimir Putin.
Bagikan Artikel Ini
  • 5
    Shares

JurnalNews.id – Malang nasib Rusia. Negara ini dilarang tampil dalam kegiatan olahraga kelas dunia, selama empat tahun ke depan. Bukan hanya Olimpiade Tokyo 2020, tapi juga Piala Dunia 2022.

Bukan hanya Olimpiade Tokyo, Moskow harus rela tak ikut andil dalam Piala Dunia 2022 di Qatar. Kasus doping yang terjadi menjadi alasannya.

Baca Juga

Ada alasan khusus kenapa ini terjadi. Menurut The World Anti-Doping Agency (WADA), lembaga internasional anti doping, Rusia tidak mendukung adanya pertandingan yang bersih.

Pasalnya, meski tahu atletnya menggunakan doping, Moskow malah memberi bukti tes palsu. Negara ini juga menghapus semua data asli soal kasus tersebut.

Eksekutif dari The World Anti-Doping Agency (WADA) menemukan bahwa Rusia telah memberikan bukti palsu dan menghapus file asli terkait tes doping para atletnya. Data tersebut berisi tes doping positif atlet yang diambil dari tes di laboratorium.

Presiden WADA Craig Reedie mengatakan kasus doping Rusia sudah terlalu lama terjadi. “Rusia telah mengurangi semangat olahraga bersih,” ujarnya dikutip dari Reuters.

Ini menjadi pukulan berat bagi Rusia yang reputasinya ternoda oleh skandal doping. Sementara itu federasi sepak bola dunia, FIFA, masih akan mengkonfirmasi sanksi ini pada WADA untuk memutuskan kelanjutan tim sepak bola Rusia di Piala Dunia.

Rusia sudah terjebak dalam skandal doping sejak 2015. Saat itu WADA mendapat laporan adanya doping massal yang dilakukan atlet Rusia.

Sebelumnya karena hal ini Rusia pun mendapat sanksi tak bisa berlaga dalam Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang Korea Selatan 2018. Ini hukuman karena doping yang dilakukan di Olimpiade Musim Dingin 2014 yang berlangsung di Sochi Rusia.

Menurut Reuters, beberapa pejabat Rusia telah mencoba menghubungi WADA untuk meminta konfirmasi lebih lanjut. Rusia menuding ini merupakan aksi Barat untuk menahan Moskow.

Meski terkena sanksi, atlet Rusia tetap bisa bertanding. Namun sayangnya, mereka harus netral dan tidak boleh menggunakan atribut Rusia sama sekali.

Hal ini pun membuat murka Presiden Rusia Vladimir Putin. Menurutnya keputusan ini adalah keputusan politik.

“Tidak ada pendekatan ulang ke Komite Olimpiade Rusia dan jika tidak ada hal ini, negara ini (Rusia) tetap harus ikut andil di kompetisi di bawah benderanya,” kata Putin saat berbicara di Paris, sebagaimana dikutip dari AFP.

Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev mengatakan motivasi politik sangat terasa. “Ini adalah kelanjutan dari histeria anti Rusia yang sudah kronis,” tegasnya.

Kasus doping di Rusia sebenarnya terjadi di 2011-2015, melalui laporan investigasi seorang pengacara olahraga Richard McLaren yang dirilis 2016. [***]

Sumber; CNBCIndonesia

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News