Sahabat (Alm) Santoso Insyaf dari Kelompok Radikal

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Salah seorang sahabat Pemimpin Mujahidin Indonesia Timur (MIT) almarhum Santoso yang berinisial M, kini telah insyaf dari kelompok radikal dan kembali ke masyarakat.

M yang saat ini berdomisili di Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) kepada Kasubdit IV Intelkam Polda Sulteng Kompol Safruddin, mengaku telah menyadari perbuatan masa lalunya adalah sebuah kesalahan dalam memahami arti jihad.

Baca Juga

Dalam penuturannya, selama almarhum Santoso menjadi buron, M beberpa kali membantu memasok logistik untuk para anggota, yang menjadi buron dan Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Beberapa kali saya memberikan bantuan bahan makanan untuk almarhum Santoso, semasa masih menjadi buron bersama teman-temannya,” kata Kompol Safruddin, menirukan keterangan M.

Menurut M, selama ini beberapa anggota kelompok radikal yang masih jadi DPO, bertahan dengan adanya bantuan makanan dari orang-orang yang mengirimkan bantuan bahan makanan.

Ia juga mengatakan, sudah sejak lama tidak lagi menjadi pemasok bahan makanan. Hal ini karena ia telah menyadari, bahwa apa yang dilakukannya merupakan sebuah kesalahan.

Menurutnya, ia terlibat dengan kelompok Alm Santoso Cs karena adanya kesalahan dalam memahami kata jihad terutama kesalahan memahami konteks jihad itu sendiri.

“Sekarang saya sadar, bahwa jihad bukan hanya perang menggunakan senjata, tetapi bisa melalui pendidikan agama yang baik dan benar, mengurangi kemiskinan dan sebagainya,” kata M.

Karena itu katanya, ia tidak menginginkan orang mengikuti yang mengikuti jalan masa lalunya, terutama generasi muda jagan sampai terpengaruh dengan gerakkan radikal.

“Saya berharap anak muda tidak mudah dipengaruhi oleh ajakan-ajakan jihad yang disalahartikan, seperti yang pernah saya alami,” harapnya. [***]

 

Penulis; Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News