Satgas Tinombala Buru Kelompok Ali Kalora Penembak Anggota Brimob di Parigi Moutong

Personil Brimobda Polda Sulteng mengangkat peti jenazah Bharaka Saepul saat akan diberangkatkan menuju Pandeglang Banten, usai upacara pelepasan di Mako Sat Brimob Polda Sulteng, Mamboro, Kota Palu, Sabtu (14/12/2019) pagi. [Humas Polda Sulteng]
Bagikan Artikel Ini
  • 160
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Pasca penembakan yang menewaskan anggota Brimob Bharaka Anumerta Mohammad Syaiful Modori di Kabupaten Parigi Moutong, pada Jumat (13/12/2019), anggota Satgas Operasi Tinombala melakukan pengejaran terhadap kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto mengatakan, saat pasukan Satgas Operasi Tinombala ini sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan.

Baca Juga:

“Doakan saja semoga pelakunya bisa cepat tertangkap,” katanya saat dihubungi, Sabtu (14/12/2019).

Syaiful tertembak tidak jauh dari tempat tugasnya, yakni di Pos Sekat Alfa 16.

Pos Sekat Alfa 16 merupakan pos penjagaan di Desa Salubanga. Pos ini merupakan pos yang menjaga perbatasan antara Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso, yang sengaja dibuat untuk mempersempit ruang gerak kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Pimpinan Ali Kalora.

Untuk sampai ke lokasi Pos Sekat Alfa 16, butuh waktu sekitar tiga jam dari jalan poros Trans Sulawesi. Namun jika cuaca sedang tidak baik, waktu tempuh yang dibutuhkan bisa mencapai 5 jam lamanya.

Kasubdid Penmas Bidang Humas Polda Sulteng Kompol Sugeng Lestari mengatakan, Pos Sekat Alfa 16 itu dijaga oleh 1 regu atau 10 personel brimob.

“Selama operasi Tinombala, para personel dari Brimob ini bergantian berjaga di pos tersebut. Biasanya seminggu berada di pos, kemudian berganti lagi. Pokoknya sesuai dengan kebutuhan,” terang Sugeng.

Saat ini Polisi tengah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) penembakan yang dilakukan kelompok MIT pimpinan Ali Kalora.

Loading…

“Tim inafis Polda Sulteng dan Satgas Tinombala melakukan olah TKP,” ujar Sugeng kepada wartawan di Mapolda Sulteng, Sabtu (14/12/2019).

Sugeng menambahkan, selain melakukan olah TKP, Satgas Tinombala juga melakukan perburuan anggota MIT pimpinan Ali Kalora. Pihaknya akan menelusuri pelarian para anggota MIT.

“Satgas juga melakukan pengejaran dan penyisiran. Masih ada 10 DPO dari jaringan MIT cabang Poso,” imbuhnya.

Sugeng mengatakan, pihaknya belum bisa membeberkan hasil olah TKP. Pasalnya, olah TKP saat ini masih berlangsung.

Pasca penembakan di Dusun Salubonga, situasi keamanan di wilayah perbatasan tersebut diperketat.

Namun, situasi di wilayah Sausu dan sekitarnya sementara terkendali. Tidak ada penjagaan di pintu keluar masuk di wilayah ini.

“Kami tetap siaga. Namun sejauh ini semua aktivitas di wilayah perkotaan di Kabupaten Parigi Moutong berjalan seperti biasa,” kata Kapolres Parigi AKBP Zulham Efendi Lubis.

Sebelumnya, Kapolda Sulteng Irjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto meyakini, para pelaku merupakan kelompok MIT pimpinan Ali Kalora, yang saat ini sedang diburu Satgas Tinombala.

“Pasti Ali Kalora,” kata Lukman saat mendatangi Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palu, Sulteng, Sabtu (14/12/2019) dini hari.

Menurut dia, sempat terjadi baku tembak antara Satgas Tinombala dan para terduga teroris tersebut. Namun jarak antara musala di Desa Salubanga dan Pos Sekat Alfa 16 relatif jauh, sehingga kelompok itu sempat melarikan diri. [***]

Editor; Sutrisno

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA