Satgas Tinombala Tembak Mati Dua Terduga Teroris di Poso

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Poso, Jurnalsulawesi.com – Dua orang anggota Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) yang diduga melakukan teror di Poso, Sulawesi Tengah dilaporkan tertembak mati oleh Satuan Tugas Operasi Tinombala dalam kontak senjata yang terjadi di sekitar Desa Kilo, Kabupaten Poso, Senin (15/5/2017), sekira  Pukul 12.00 WITA.
Belum ada pejabat berwenang yang memberikan konfirmasi, namun informasi yang diterima menyebutkan, kontak senjata sekitar Desa Kilo Kecamatan Poso Pesisir, itu menyebabkan seorang personel TNI Pratu Zulfikar mengalami luka tembak di bawah ketiak.

Jenazah kedua DPO terorisme itu sedang dalam evakuasi dari Poso ke RSU Bhayangkara Palu untuk menjalani pemeriksaan identitas, sedangkan anggota TNI yang terluka juga sudah mendapatkan pertolongan medis.

Baca Juga

Setelah kontak senjata tersebut, tim Satgas Tinombala menemukan sepucuk senjata jenis SS-1 dan sepucuk senapan angin yang diduga milliki kelompok teroris itu.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto tidak bersedia memberika keterangan dan mengatakan, “Nanti Pak Kapolda yang menjelaskan,” ujarnya singkat.

Sementara itu,  Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Wuryanto membenarkan telah terjadi baku tembak antara pasukan TNI dengan kelompok bersenjata di Poso, Sulawesi Tengah. Kontak senjata terjadi pada Senin (15/5) siang tadi.

“Betul, saat ini masih proses evakuasi,” kata Wuryanto di Jakarta, Senin sore, yang dikutip Beritasatu.com.

Ia menjelaskan baku tembak terjadi di Daerah Simpang Angin (Wilayah Pegunungan Biru), Kec. Poso Pesisir, Kab. Poso (Co 1699-5842). Kontak tembak antara Tim Satgas Tinombala (Yonif 154 Rider dan Kopasus) dengan kelompok yang diduga anggota MIT.

“Mereka berjumlah 8 orang. Dari kejadian itu, dua anggota MIT didapatkan tewas,” ujarnya.

Wuryanto juga membenarkan Satgas Tinombala menemukan satu pucuk senpi jenis SS-1 dan satu pucuk senapan angin. Hasil identifikasi awal menyebutkan satu anggota MIT yang tewas memiliki kemiripan dengan Barok.
“Dari anggota kami, ada satu personil terluka antas nama Prt Zulfikar. Dia terluka di bagian ketiak,” tutup Wuryanto. [***]

 

Source; Beritasatu.com
Red; Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News