Satu Keluarga di Sigi Dikabarkan Tewas Dibunuh OTK

  • Whatsapp
[Ilustrasi]
Bagikan Artikel Ini
  • 153
    Dibagikan

Palu, JurnalNews.id – Satu keluarga berjumlah empat orang dikabarkan tewas dibunuh orang tak dikenal (OTK). Peristiwa itu terjadi di Desa Lemba Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (27/11/2020) sekira 09:00 WITA.

Dikutip dari AntaraNews, Sekretaris Desa Lembatongoa, Rifai menerangkan, korban berjumlah empat orang. Jenazah keempat korban tersebut saat ini masih di lokasi dan belum dievakuasi.

Lihat Juga

”Dari informasi saya dapatkan ada empat orang. itu mertua, anak, menantu,” ungkapnya

Akibat peristiwa itu, sejumlah warga yang bermukim dekat rumah korban, bersembunyi dan melarikan diri ke dalam hutan yang ada di wilayah tersebut dan belum ada kabar hingga saat ini.

”Kalau situasi tentunya masih mencekam, mayat untuk sementara masih di TKP,” jelasnya

Rifai juga menjelaskan bahwa lokasi pembunuhan itu memang sangat sepi dan hanya ditempati beberapa kepala keluarga.

Sementara itu, Kapolres Sigi AKBP Yoga Priyautama menjelaskan, saat ini aparat kepolisian masih menuju ke lokasi pembunuhan untuk melakukan pengecekan.

Ia juga belum dapat memberikan informasi lebih terkait pembunuhan satu keluarga ini, apakah ada keterkaitan dengan Kelompok DPO Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, atau tidak.

”Ia kita masih cek, lokasinya itu di atas bukit. Nanti kita informasikan lagi ya,” terangnya.

Informasi senada juga disampaikan Kasubdit Penmas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari. Ia mengatakan, saat ini masih dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian di Desa Lembantongoa.

“Untuk sementara sedang dilakukan pengecekan ke lokasi kejadian, apabila ada perkembangan nanti diinfokan,” ucapnya seperti dikutip SultengNews.

Sugeng mengatakan, personil gabungan yang telah berangkat sejak tadi sudah berada di tempat kejadian perkara (TKP), hanya saja dilokasi tersebut memakan waktu yang cukup lama dan kesulitan dalam mengakses jaringan.

“Personil gabungan masih ada di TKP, lokasinya cukup jauh dan tidak ada jaringan, sehingga belum diketahui perkembangannya,” tandasnya. [***]

Berita Terkait

Google News