Seberapa Kuat Jaringan Internet di RI Kala Pandemi

  • Whatsapp
Sejumlah murid SD Al Azhar Mandiri Palu menjalani sekolah dari rumah (SFH) menggunakan zoom, di kala pandemi Covid-19. [Ilustrasi/Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 81
    Shares

Jakarta, JurnalNews.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus memantau cakupan jaringan operator telekomunikasi Indonesia di kala pandemi Covid-19 yang mendorong bekerja maupun sekolah dari rumah (WFH & SFH).

Pantauan tersebut dilakukan agar Kemenkominfo bisa mengurangi wilayah yang belum memiliki jaringan internet di Indonesia. Dirjen Penyelenggaran Pos dan Informatika Ahmad Ramli mengatakan kebutuhan internet sangat krusial untuk mendukung terjadinya kerja dan sekolah dari rumah.

Baca Juga

“Dalam menghitung layanan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia, Kementerian Komunikasi dan informatika meminta operator untuk menyampaikan coverage prediction (prediksi cakupan) dari layanan mereka,” kata Ramli saat dihubungi, Senin (27/7/2020).

Ramli mengatakan coverage prediction merupakan perhitungan yang diambil berdasarkan perangkat telekomunikasi yg dimiliki oleh operator.

Advertisements

Berdasarkan data tersebut, Kemenkominfo dapat inventarisasi adanya daerah yang masih blankspot atau belum ada internet. Daerah tersebut dijadikan target dalam rencana pembangunan selanjutnya.

Di sisi lain, Ramli menjelaskan di lapangan juga ada masalah kualitas jaringan meski suatu daerah telah memiliki jaringan internet. Untuk menangkal kasus ini, Ramli mengatakan Kemenkominfo terus memantau kualitas jaringan tersebut demi memastikan kelancaran jaringan.

Ramli mengatakan pengecekan dilakukan karena penggunaan data yang tadinya lebih banyak di kantor dan sekolah-sekolah sekarang beralih ke perumahan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa kota.

Sehingga trafik internet di daerah perumahan juga harus dilayani oleh operator.

“Sehingga Kemenkominfo secara rutin melakukan kegiatan pengukuran QoS (Quality of Services) dan berkoordinasi dengan operator untuk dilakukan tindak lanjut melalui optimasi jaringannya,” kata Ramli.

Kesiapan jaringan operator
Dihubungi terpisah, untuk mendukung WFH dan SFH, Vice President Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin mengatakan saat ini pihaknya telah menggelar lebih dari 219 ribu unit Based Transceiver Station (BTS) di seluruh Indonesia pada kuartal I 2020.

Advertisements

Angka itu meningkat 11 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk keseluruhannya, Telkomsel telah mengoperasikan lebih dari 169 ribu unit BTS broadband berbasis 3G/4G, yang juga tumbuh sekitar 14 persen dibanding periode yang sama.

“Telkomsel juga telah menghadirkan sekitar 15 ribu BTS yang menjangkau daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) hingga perbatasan negara Indonesia. Bersama BAKTI Kominfo, Telkomsel juga telah menggelar 1.083 BTS USO berbasis teknologi 4G LTE di sejumlah wilayah yang sebelumnya belum terjangkau akses layanan telekomunikasi,” ujar Denny.

Telkomsel menargetkan penambahan lebih dari 25 ribu BTS 4G LTE baru hingga akhir tahun nanti, yang sebagian besar pembangunannya fokus untuk menjangkau wilayah perumahan dan padat penduduk.

Pembangunan tersebut untuk mendukung kebiasaan baru masyarakat yang kini semakin mengadopsi layanan digital sebagai pendukung aktivitas bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah.

Terpisah, Group Head Corporate Communication XL Tri Wahyuningsih mengatakan pada kuartal pertama 2020, total pelanggan XL Axiata sekitar 55,5 juta.

Sekitar 86 persen merupakan pengguna layanan data/ pengguna smartphone (3G & 4G), sedangkan selebihnya merupakan pelanggan yang masih aktif menggunakan layanan legacy (voice dan SMS).

Ayu mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan cakupan jaringan di seluruh penjuru Indonesia. Ia mengatakan XL Axiata sudah memiliki rencana pengembangan jaringan, namun ia mengatakan belum bisa membeberkan rencana tersebut.

“Sedangkan wilayah yang belum ada jaringan mayoritas berada di luar Jawa, misalnya wilayah-wilayah timur pedalaman/pelosok Papua, Maluku, dan sebagainya,” ujar Ayu.

Hingga akhir Maret 2020, XL Axiata memiliki lebih dari 133 ribu BTS, sebanyak lebih dari 43 ribu BTS di antaranya merupakan BTS 4G. Jaringan 4G XL Axiata kini telah hadir dan melayani pelanggan di 449 kota/kabupaten yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. [***]

Advertisements

Sumber: CNN Indonesia

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News