Sejumlah Rumah Warga di Mamuju Tengah Rusak Akibat Gempa M 5,3

Ilustrasi
Bagikan Artikel Ini
  • 29
    Dibagikan

JurnalNews.id – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,3 mengguncang Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Rabu (28/10/2020), pukul 03.43 Wita.

Pusat gempa berada di darat, tepatnya di 24 kilometer arah barat daya Kabupaten Mamuju Tengah dengan kedalaman 10 kilometer.

Baca Juga:

Menurut laporan yang diterima Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut menyebabkan sejumlah warga di Desa Kampung Baru, Los Pasar, Mamuju Tengah mengalami kerusakan.

“Gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas Sesar Naik Mamuju (Mamuju Thrust),” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dilansir Antara.

Dia pun menyebut, sesar Naik Mamuju merupakan sumber gempa potensial yang patut diwaspadai di karena memiliki magnitudo tertarget 7,0 dengan laju geser 0,2 mm per tahun.

“Menurut hasil analisis mekanisme sumber, gempa yang terjadi di Mamuju Tengah pada Rabu dini hari tadi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik,” jelas Daryono.

Saat gempa terjadi, guncangannya dirasakan di sejumlah wilayah. Yaitu di Mamuju Tengah dalam skala IV-V MMI, Mamuju III-IV MMI, serta II-III MMI di Mamasa dan Majene.

Gempa Menyebabkan Kerusakan
Pada skala II Modified Mercalli Intensity (MMI) getaran gempa dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda ringan yang digantung bergoyang.

“Sedangkan pada skala III MMI getaran gempa dirasakan nyata di dalam rumah seakan ada truk berlalu,” tutur Daryono.

Sementara, pada saat gempa dirasakan dalam skala IV MMI di dalam dan di luar rumah, menyebabkan gerabah pecah serta pintu dan jendela berderik.

Lalu pada skala V MMI getaran gempa dirasakan oleh hampir semua penduduk serta menyebabkan gerabah pecah, barang-barang terpelanting, dan tiang-tiang dan barang besar bergoyang.

Pada peta guncangan BMKG, dalam waktu 15 menit setelah gempa di Mamuju Tengah pusat gempa menunjukkan warna kuning, yang menggambarkan guncangan mencapai VI MMI dan berpotensi menyebabkan kerusakan. [***]

loading...

Berita Lainnya

Google News