Sekkot Palu Sidak Kepatuhan ASN, Dua Lurah Tak Masuk Kerja

  • Whatsapp
Sekkot Asri L Sawayah melakukan Sidak kepatuhan ASN di Kantor Kelurahan Duyu, Selasa (2/1/2018) pagi. [Humas]
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Sekretaris Kota (Sekkot) Palu Asri L Sawayah mendatangi sejumlah kantor organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak), Selasa (2/1/2017) pagi.

Sidak ini ditujukan untuk memantau kehadiran dan kepatuhan para aparatur sipil negara (ASN) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pada hari pertama kerja, usai libur Tahun Baru 2018.

Baca Juga

Sekretaris Daerah Kota Palu Asri L Sawayah mengatakan, Tim yang melakukan sidak terdiri dari empat Tim yang turun di delapan Kecamatan se-Kota Palu. Dalam melakukan Sidak, Sekkot didampingi Kabag Umum, Kabag Humas, Kasubag aparatur Setda kota Palu.

“Ini ada beberapa tim yang turun terdiri dari Tim yang dipimpin Asisten 1 dan 2 serta inspektorat yang terbagi dikecamatan sekota Palun,” kata Asri.

Pada Sidak di enam kelurahan yang dimulai dari kelurahan Tawanjuka, Palupi, Pengawu, Duyu, Boyaoge, Nunu dan Kantor Kecamatan Tatanga tersebut tim menemukan adanya tiga orang lurah yang tak hadir di kantor.

Ketiga lurah yang tidak hadir di kantornya masing-masing yakni Lurah Duyu, Lurah Palupi dan Lurah Nunu.

Informasi dari staf, Lurah Duyu sedang menunggu datangnya bibit ikan lele kolam.

“Sedangkan Lurah Palupi tim mendapati tidak hadir tanpa keterangan sampai sekira Pukul 10.00 Wita. Demikian juga dengan Lurah Nunu tan0a keterangan juga tidak ada di tempat Pukul 10.30 WITA,” terangnya.

Selain itu Sekkot juga Mendapatkan Laporan adanya sebanyak tiga Kepala Seksi (Kasie) yang sudah tidak masuk kantor dengan berbagai alasan. Ketiga unsur pimpinan itu yakni Kasie Pemberdayaan Masyarakat Dwi suryani Insani Kelurahan Pengawu, Kasie Sosial Kemasyarakatan Suleman dan Kasie Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Tatanga, Andre Sucipto.

Masyarakat yang melihat adanya Sidak yang dilakukan Sekkot Palu menyempatkan diri untuk mengadukan tentang tingginya harga Gas Elpiji 3KG di sejumlah kelurahan yang mencapai Rp35 ribu per tabung.

Selain itu juga adanya keinginan warga yang meminta BPJS yang gratis tanpa iuran bulanan. [***]

Source; Humas Pemkot
Red; Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News