Sembilan Orang Meninggal Akibat Banjir Jabodetabek, 19 Ribu Jiwa Mengungsi

Puluhan taksi Bluebird terendam banjir di Pool Kramat Jati belakang Ps Hek, Pondok Gede Jakarta, Rabu (1/1/2020) pagi. [Twitter BNPB]
Bagikan Artikel Ini
  • 119
    Shares

Jakarta, JurnalNews.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut ada empat orang meninggal di ibu kota akibat banjir, Rabu (1/1/2020). Secara total, ada sembilan orang meninggal di Jakarta dan sekitarnya akibat bencana tersebut.

“Sejauh ini ada empat [orang] confirmed meninggal. Dua di Jakarta Timur, satu Jakarta Pusat, dan satu Jakarta Selatan,” ungkapnya di kawasan Monas, Jakarta, seusai meninjau lokasi banjir dengan helikopter.

Baca Juga

Memuat...

Menanggapi situasi ini Anies mengatakan keselamatan masih menjadi prioritas utama pihaknya. Sejak tadi malam, katanya, seluruh jajarannya sudah bekerja untuk memastikan fasilitas penanganan banjir tersedia.

Anies menyebut ada 120 ribu petugas yang sudah dikerahkan untuk menanggulangi banjir di Jakarta.

“Jadi alhamdulillah tempat tinggal sementara, hunian, fasilitas kesehatan, obat-obatan, tenaga medis, makanan, minuman semua alhamdulillah sudah disiapkan,” tambahnya.

Berdasarkan data Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, korban meninggal dunia akibat banjir di daerah Jabodetabek mencapai sembilan orang.

Sebanyak empat orang tercatat meninggal di Jakarta. Mereka antara lain M Ali (82), warga Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, meninggal karena hipotermia; Siti Hawa (72), Cipinang Melayu, Jaktim, akibat hipotermia.

Willi Surahman, Cipinang Melayu, Jaktim, akibat hipotermia; serta Arfiqo Alif (16) warga Kemayoran, Jakarta Pusat, meninggal akibat tersengat listrik.

Agus menyebut lima korban lainnya berasal dari Depok dan Bogor. Mereka adalah Rumsinah (68), warga Jalan Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok, yang meninggal akibat tertimbun tanah longsor.

Di lokasi yang sama, ada bocah berinisial N (8) dan Amelia (27) yang disebut meninggal akibat timbunan longsor.

Selain itu, ada Marsdianto (20), Perumahan Puri Citayam Permai 2, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Ia meninggal karena terseret arus banjir saat aliran kali yang berada persis di depan rumahnya menjebol tanggul.

Terakhir, ada Kusmiyati (30), korban tertimpa tanah longsor, Tanah Sereal, Kota Bogor.

BNPB pun mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah yang berpotensi banjir untuk mengevakuasi diri ke tempat aman terlebih dahulu.

“Yang penting selamatkan jiwa terlebih dahulu” kata Kepala BNPB Doni Monardo dalam keterangan tertulis.

 

19 Ribu Jiwa Menungsi
Banjir yang terjadi pada awal 2020 itu juga membuat lebih dari 19 ribu jiwa mengungsi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan untuk menanggulangi banjir dan membantu pengungsi, pihaknya mengerahkan hingga 210 ribu petugas.

“Per jam 4 sore 19.079 pengungsi yang dikelola tempat pengungsi dari mulai tadi malam ketika mendekat seluruh jajaran sudah bekerja untuk memastikan kesiapan jadi alhamdulillah, makanan sudah disiapkan,” ujar Anies di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (1/1/2020).

Anies sendiri melakukan pemantauan udara bersama Kepala BNPB Doni Monardo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Anies mengatakan dua tugas utama kepada petugas yakni penanganan korban dari banjir dan mengutamakan keselamatan. Ia pun menegaskan kepada tim medis untuk bekerja di semua kawasan terkait antisipasi atas hujan atau air kiriman.

Sejauh ini, sambung Anies, ada empat yang sudah dipastikan wafat di tengah banjir di wilayah DKI Jakarta.

“Dua di Timur (Jakarta Timur), satu di pusat (Jakarta Pusat), satu selatan (Jakarta Selatan). Mudah-mudahan tidak bertambah,

Banjir di Jakarta dan sekitarnya terjadi akibat luapan air setelah hujan tanpa henti terjadi sejak Selasa petang pada 31 Desember 2019. Luapan air kemudian melanda sejumlah titik di Jakarta dan sekitarnya pada awal 2020 ini. [***]

Sumber; CNNIndonesia

loading...

Berita terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA