Seorang ASN Untad Polisikan Ketua Bawaslu Sulteng

Abdurrahim (baju putih) saat mendatangi SPKT Polda Sulteng, untuk melaporkan Ketua Bawaslu Sulteng Ruslan Husen, Minggu (13/9/2020). [Foto: Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 86
    Dibagikan

Palu, JurnalNews.id – Salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang juga dosen Universitas Tadulako (Untad) Palu bernama Abdurrahim, SH, melaporkan Ketua Bawaslu Sulteng Ruslan Husen ke Polda Sulteng, pada Minggu (13/9/2020).

Ruslan dilaporkan terkait dugaan melakukan pencemaran nama baik atas pernyataannya di salah satu media online yang menyebutkan, Abdurrahim menggunakan masker bergambar salah satu Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng.

Baca Juga:

‘’Kemarin (Minggu, 13 September) saya sudah melapor di Polda Sulteng terkait pernyataan Ketua Bawaslu di salah satu media online, yang mengatakan saya hadir di acara deklarasi dengan menggunakan masker bergambar salah satu Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur,” terang Abdurrahim kepada sejumlah wartawan di Palu, Senin (14/9/2020).

Abdurrahim mengatakan, pernyataan Ketua Bawaslu itu tidak sesuai dengan hasil klarifikasi yang sebelumnya dilakukan Bawaslu terhadap dirinya.

“Saat saya diundang klarifikasi di kantor Bawaslu, tidak ada pertanyaan soal penggunaan masker bergambar Paslon. Klarifikasi itu juga dibuktikan dengan Berita Acara Klarifikasi. Bahkan, saya juga tidak pernah menggunakan masker seperti pernyataan ketua Bawaslu. Tidak ada juga bukti, bahwa saya tertangkap tangan menggunakan masker bergambar paslon seperti yang diberitakan itu,” tegas Abdurrahim.

Menurut Abdurrahim, saat melakukan klarifikasi ia juga sudah menjelaskan kepada Bawaslu, bahwa dirinya berada di lokasi bukan untuk menghadiri atau diundang dalam acara deklarasi salah satu Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng di Taman Gor Palu itu.

“Saya berada di lokasi karena mengantar anak saya. Saat itu saya berada di salah satu warung yang ada di taman Gor yang berdampingan dengan tempat acara deklarasi. Hanya itu yang terjadi,” jelasnya.

Abdurrahim yang juga dosen di Untad ini menambahkan, saat ini statusnya sedang dalam tugas belajar.

“Soal saya sebagai ASN, itu memang benar adanya. Tapi yang perlu diketahui, saat ini saya sedang dibebastugaskan dari tugas fungsional sebagai dosen, karena sedang ditugaskan untuk menempuh pendidikan. Dengan begitu, saat status saya juga sebagai mahasiswa karena sedang menempuh pendidikan,” jelasnya.

Dikutip dari SultengTerkini.com, sebelumnya Ketua Bawaslu Sulteng, Ruslan Husen, mengatakan, ada oknum akademisi Universitas Tadulako (Untad) Palu tepergok atau kedapatan menghadiri deklarasi pasangan bakal calon.

“Yang bersangkutan hadir dalam deklarasi. Menggunakan masker dengan gambar bakal pasangan calon. Walaupun masker itu dia buka tutup, tapi dari saksi pengawas meyakini bahwa dia memakai masker bergambar pasangan bakal calon,” kata Ruslan Husen kepada SultengTerkini.com, Sabtu (12/9/2020).

Dari temuan itu  Bawaslu kembali melakukan penelusuran rekam jejak yang bersangkuan di media sosial. Hasilnya, Bawaslu menemukan jejak AR me-like tanda gambar bakal pasangan calon.

“Jadi dari empat fakta tersebut diyakini yang bersangkutan melanggar asas netralitas sebagai ASN yang ditunjang dengan saksi dari pengawas yang melihat secara langsung didukung dengan foto,” ungkapnya.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil kajian, kasus tersebut memenuhi unsur pelanggaran netralitas ASN dalam pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020.

“Hasil penanganan Bawaslu kemarin tanggal 11 September muncul status terpenuhi unsur pelanggaran. Dokumen pelanggarannya berupa surat dengan kajian dan bukti diteruskan ke komisi ASN di Jakarta,” jelasnya. [***]

Penulis: Sutrisno/SutengTerkini

loading...

Berita Lainnya

Google News