Seorang Siswa SMP Tewas saat Dihukum Lari oleh Gurunya

Pelajar tewas. [Ilustrasi]
Bagikan Artikel Ini
  • 35
    Shares

Manado, JurnalNews.id – Siswa kelas 3 SMP Kristen 46, Kota Manado, Sulawesi Utara, Fanly Langihide tewas setelah dihukum gurunya berdiri di bawah terik matahari dan lari mengelilingi lapangan sekolah karena terlambat, Selasa (1/10/2019). Saat ini, Polisi masih menyelidiki kematian siswa tersebut dengan memeriksa tujuh orang saksi.

Lima saksi yang diperiksa di antaranya teman korban saat menjalani hukuman berdiri di bawah terik matahari dan lari mengelilingi lapangan sekolah karena terlambat. Sementara CS, oknum guru yang menghukum korban dan siswa lainnya belum bisa diperiksa karena masih syok akibat kejadian itu.

Baca Juga

“Sebelumnya kami sudah memeriksa dua saksi, teman korban dan guru. Hari ini kami juga memeriksa tujuh teman korban,” kata Kapolsek Mapange AKP Muhlis Suhani, Rabu (2/10/2019).

Para saksi diperiksa secara bergantian oleh penyidik Reserse Polsek Mapanget. Menurut salah satu teman korban, Betran Kasenda, sebelum kejadian, mereka terlambat datang ke sekolah. Guru piket CS lalu menghukum mereka dengan cara berdiri di bawah terik matahari selama 15 menit.

Loading…

“Karena kami terlambat, kami dihukum dijemur di bawah matahari,” katanya.

Hukuman kemudian dilanjutkan dengan berlari mengelilingi lapangan sekolah sebanyak 20 kali. Fanli saat itu sudah mengeluh pusing, tapi tetap menjalani hukumannya. Akhirnya pada putaran keempat, korban terjatuh dan pingsan. Pihak sekolah kemudian membawanya ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong lagi.

Polisi masih akan memeriksa oknum guru piket yang menghukum korban hingga akhirnya tewas. Saat ini, guru tersebut belum bisa dimintai keterangan karena baru menjalani perawatan di Rumah Sakit AURI karena mengalami syok akibat peristiwa ini.

Dilansir dari iNews.id, ayah korban Joni Lahingide mengatakan, anaknya dihukum guru karena terlambat masuk sekolah. “Anak saya itu dihukum di bawah yterik matahari bersama teman-teman lainnya. Anak saya padahal saat itu mengeluh pusing, tapi guru itu tetap menyuruh anak saya dan teman-temannya yang terlambat lari mengelilingi lapangan,” katanya.

Meninggalnya anak kedua dari dua bersaudara itu membuat keluarga dan kerabat korban terpukul. Mereka tak henti menangisi kepergian korban. [***]

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA