Seorang Warga Sigi Terseret Arus Sungai Ditemukan Meninggal Dunia

  • Whatsapp
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Maho (60), yang ditemukan meninggal dunia akibat terseret arus sungai Desa Sibalaya, Kabupaten Sigi, Senin (3/8/2020). [Foto: Humas Basarnas Palu]
Bagikan Artikel Ini
  • 381
    Shares

Sigi, JurnalNews.id – Seorang warga Desa Sibalaya Barat, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), yang dilaporkan hilang dan terseret arus sungai, ditemukan meninggal dunia, pada Senin (3/8/2020). Korban yang diketahui bernama Maho (60), dilaporkan hilang sejak Minggu (2/8/2020)

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu (Basarnas Palu) Andrias Hendrik Johannes melalui Kepala Sub Seksi Operasi SAR dan Siaga, Andi Sultan, mengatakan korban ditemukan dengan posisi tersangkut di tepi sungai pada Pukul 11.05 Wita.

Baca Juga:

“Korban ditemukan salah satu warga, yang kemudian melaporkannya ke Tim SAR gabungan yang tengah melakukan pencarian,” katanya dalam keterangnnya Senin (3/8/2020) siang.

Menurut Sultan, setelah mendapat laporan tersebut, tim langsung mendatangi lokasi dimaksud untuk menegetahu kebenaranya dan lapiran tersebut benar adanya bahwa, korban bernama Maho (65) yang sedang dilakukan pencarian karena dilaporkan hilang.

Advertisements

“Korban ditemukan sekira 5 kilometer dari lokasi kejadian. Korban selanjutnya dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” jelasnya.

Sebelumnya, pada Minggu (2/8/2020) malam Kantor Basarnas Palu menerima laporan tentang kondisi membahayakan manusia, yakni satu orang terseret arus sungai di Desa Sibalaya Barat, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi.

Advertisements

Laporan diterima Kantor Basarnas Palu dari pelapor yakni Kepala Desa Sibalaya, Fatlina, pada Minggu (2/8/2020) malam, sekira Pukul 21.00 Wita.

Dalam laporan Fatlina menyebutkan, peristiwa hilangnya korban terjadi pada Minggu (2/8/2020) sekira pukul 15.30 Wita.

”Mendapat laporan tersebut, Tim SAR Basarnas Palu, langsung menyiagakan personil dan sejumlah peralatan untuk menuju lokasi kejadian,” katanya.

Unsur SAR Gabungan terdiri dari Tim Rescue Kansar Palu 6 orang, Polres Sigi 2 orang, Babinsa Tanah Bulava 1 orang, BPBD Kabupaten 5 orang dan dibantu masyarakat setempat.

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup, unsur yang terlibat dikembalikan ke Instansi/Organisasi masing-masing dengan ucapkan terima kasih,” tutup Andi Sultan. [***]

Advertisements

Editor: Sutrisno/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News