Siap Dipanggil KPK, Hasto Akui Tandatangani Surat PAW Harun Masiku

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto.
Bagikan Artikel Ini
  • 72
    Shares

Jakarta, JurnalNews.id – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengakui ada tanda tangan dirinya dalam surat permohonan pergantian antarwaktu (PAW) Harun Masiku untuk menggantikan caleg terpilih yang meninggal dunia, Nazarudin Kiemas.

Permohonan PAW dari PDIP ini diwarnai suap membuat Komisioner KPU Wahyu Setiawan ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga

“Kalau tanda tangannya betul. Karena itu sudah dilakukan secara legal,” kata Hasto di Arena Rakernas PDIP, JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2020).

Hasto menegaskan dirinya yang berstatus sebagai Sekretaris Jenderal partai sudah wajar bila meneken surat KPU untuk pengajuan setiap PAW anggota DPR. Menurutnya, hal itu adalah sah atau legal berdasarkan peraturan yang berlaku.

Ia menyatakan partai politik memiliki kedaulatan untuk mengajukan PAW dan tak ada yang salah dengan keputusan PDIP untum mengajukan Harun Masiku. “Itu merupakan bagian dari kedaulatan partai politik,” kata Hasto.

Hasto sempat meluruskan pertanyaan seorang wartawan yang mempertanyakan alasan PDIP mengajukan PAW terhadap Harun Masiku sebanyak tiga kali. Kata Hasto, keputusannya hanyalah sekali.

“Jadi keputusan hanya satu kali. Keputusan PAW diputuskan satu kali. Surat menyurat itu legal formalnya memang seperti itu,” tambah dua.
Lihat juga: Ketua PDIP Solo Usai Ditegur: Tak Ada Kata Tak Dukung Gibran

Hasto menyatakan pengajuan PAW itu sudah disampaikan ke KPU. Kemudian pada tanggal 7 Januari 2020, KPU menolak permohonan tersebut. Ditegaskan Hasto, PDIP menghormati putusan itu.

Meski demikian, pihaknya juga tak bertanggung jawab bila ada pihak-pihak yang kemudian melakukan negosiasi dibalik penolakan KPU tersebut.

Loading…

“Itu di luar tanggung jawab PDI Perjuangan. Partai akan memberikan tindakan sesuai dengan instruksi ketua umum dan juga peraturan partai sebagaimana terus kami lakukan,” kata Hasto.

Akan Datang Jika Dipanggil KPK
Hasto Kristiyanto juga mengaku siap datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) apabila dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap yang melibatkan eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan serta salah satu kadernya Harun Masiku. Harun sendiri berstatus tersangka dan buron dalam kasus dugaan suap tersebut.

“Kami beberapa kali berdialog, ketika kami mengundang KPK. KPK datang. Di dalam membahas bagaimana membangun sebuah keuangan yang transparan, yang baik. Ketika KPK undang kami pun. Saya akan datang,” kata Hasto.

Lebih lanjut, Hasto menegaskan kedatangan dirinya untuk bila diundang untuk dipanggil KPK merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai warga negara.

Hasto lantas bercerita partainya kerap kali berurusan dengan KPK ketika bersamaan dengan agenda-agenda besar PDIP. Meski demikian, hal tersebut bukan yang pertama kali dan bukan sebuah kebetulan.

“Karena itulah akhirnya pun kami telah menyiapkan diri karena tanggung jawab sebagai warga negara itu harus menjunjung hukum tanpa terkecuali,” lanjutnya.

Selain itu, Hasto menegaskan partainya mendukung penuh upaya pencarian Harun yang masih buron sampai saat ini oleh KPK.

“Dan saya sebagai warga negara, setiap warga negara punya tanggung jawab membangun ketaatan terhadap hal tersebut,” kata dia.

Seperti diberitakan, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar menyatakan pihaknya membuka peluang untuk memanggil beberapa pihak yang diduga memiliki keterkaitan terhadap kasus tersebut sebagai saksi. Salah satunya adalah memanggil Hasto. [***]

Sumber; CNNIndonesia

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA