Siapa ‘Cukong’ Tambang Emas Ilegal di Kayuboko Parigi Moutong?

Salah satu lokasi aktifitas tambang ilegal di Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong yang terjadi pekan lalu. [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 249
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Aktifitas tambang emas ilegal di Wilayah Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, masih marak. Bahkan saat ini aktifitas penambangan justeru menggunakan alat berat seperti exavator dan diangkut menggunakan dump truck.

Ketua Forum Pemuda Peduli Daerah (FPPD) Sulawesi Tengah (Sulteng) Eko Arianto, mengatakan, masih berlangsungnya aktifitas penambangan ilegal tersebut karena ada yang menjadi cukongnya (pemodal.red).

Baca Juga

Menurut Eko, sangat mustahil hanya masyarakat biasa yang melakukan penambangan menggunakan alat berat.

“Logikanya, tidak mungkin masyarakat biasa menambang menggunakan alat berat seperti exavator dan mengangkut materialnya pakai dump truck. Pasti ada cukong besar yang membiayai penambangan di wilayah itu,” kata Eko dalam keterangannya di Palu, Kamis (24/10/2019).

Eko juga meyakini, para pemberi modal alias cukongnya juga bukan warga Kabupaten Parigi Motong.

Ia juga menduga para cukong itu hanya memberikan modal, agar tambang emas di Kayuboko itu bisa digarap walaupun tidak memiliki izin.

“Dari hasil investigasi kami di lapangan, kami menduga pemberi modal besarnya itu dari luar Parigi Moutong,” ujarnya.

Hanya saja, Eko belum menemukan nama maupun inisial para cukong tersebut.

Eko menambahkan, aktifitas tambang emas di Kayuboko Parigi Moutong itu, memang ilegal karena tak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Loading…

Eko juga menyebutkan, aktifitas pertambangan ilegal akan berdampak negatif. Apalagi, penambangan emas ilegal yang menggunakan bahan kimia merkuri. Ada beberapa efek terhadap kesehatan yang dihasilkan kimia merkuri. Misalnya, bagi ibu hamil akan melahirkan anak dengan IQ rendah. Dapat menyebabkan gangguan syaraf, pencernaan, kekebalan tubuh, ginjal, paru-paru iritasi kulit dan gangguan mata.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang Pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parigi Moutong, I Wayan Sukadana mengatakan, aktifitas penambangan di lokasi tersebut memang tidak belum memiliki izin.

“Karena sesuai dengan RT/RW wilayah tersebut bukan diperuntukan sebagai lahan pertambangan. Tetapi sebagai lahan perkebunan,” kata Wayan saat dihubungi JurnalNews.id dari Palu, Jumat (25/10/2019) pagi tadi.

Wayan menyebutkan, tahun 2018 lalu terkait aktifitas penambangan di wilayah itu sudah dibicarakan dengan pihak terkait.

“Hasil dari pertemuan dengan pihak terkait, kami sudah mengeluarkan rekomendasi untuk dilakukan penutupan lokasi tambang. Kalau sekarang masih berlangsung, saya belum mengecek lagi,” jelasnya.

Wayan juga memastikan, sampai saat ini belum ada izin apapun yang dikeluarkan terkait dengan aktivitas penambangan yang ada di Desa Kayuboko tersebut.

“Yang jelas tidak ada izin yang dikeluarkan untuk melakukan aktifitas penambangan di sana,” tegasnya. [***]

Penulis; Sutrisno

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA