Skenario Masuk Sekolah Bukan Juli, Tapi Awal 2021

  • Whatsapp
[Ilustrasi]
Bagikan Artikel Ini
  • 2.1K
    Shares

 

Jakarta, JurnalNews.id – Pemerintah tidak ingin tergesa-gesa untuk segera membuka sektor pendidikan di tengah pandemi Covid-19. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi agar anak-anak tidak terpapar virus asal Cina tersebut.

Baca Juga

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, kemungkinan aktivitas pendidikan akan dimulai kembali pada awal tahun baru atau tahun 2021.

“Itu hanya ancar-ancar saja. Kalau menurut kalender itu pertengahan Juli,” ujarnya dalam siaran resminya yang dikutip CNBCIndonesia, Senin (1/6/2020).

Pemerintah menegaskan belum bisa memastikan kapan sektor pendidikan akan beroperasi secara optimal di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Artinya, fasilitas pendidikan akan tetap tunggu hingga waktu yang belum ditentukan.

“Dibandingkan sektor-sektor lain, kemungkinan sekolah adalah sektor yang paling terakhir. Risikonya tidak bisa dihitung dengan mudah akibat dari pengurangan pembatasan atau pembukaan sekolah,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini melanjutkan.

Advertisements

Saat ini, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (2016-2019) ini menegaskan pemerintah tidak ingin tergesa-gesa dalam memutuskan kapan sekolah akan dibuka, dan masih mengkalkulasi dampak yang bisa ditimbulkan di tengah new normal.

Terpisah, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono mempertegas bahwa skenario yang paling moderat untuk belajar mengajar tatap muka adalah pada akhir Agustus atau awal September.

“Kalau di akhir Juli sudah 0 (nol), tapi akan lebih baik di akhir Desember. Worst scenarionya sampai akhir Desember belajar mengajar dari rumah,” ujar Agus, seperti dikutip melalui laman resmi Kemenko PMK, Senin (1/6/2020).

“Pada prinsipnya tidak hanya belajar online, tapi bisa guru memantau, kunjungan guru ke murid dengan memikirkan physical distancing. Yang jelas kita tidak ingin seperti di Perancis dan Korea Selatan yang membuka sekolah kemudian banyak murid terpapar,” kata Agus.

Menurut Agus, selain untuk melindungi anak-anak terpapar Covid-19 setelah masuk sekolah, momentum tersebut juga dapat menjadi kesempatan bagi orang tua memperkuat pendidikan di dalam keluarga. [***]

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News