SMKN 1 Dakopamean Disatroni Maling, Dana BOS Rp90 Juta Raib

  • Whatsapp
SMKN 1 Dako Pemean, Kabupaten Tolitoli.
Bagikan Artikel Ini
  • 2.9K
    Shares

 

Tolitoli, JurnalNews.id – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Dakopamean, Kecamatan Dakopamean, Kabupaten Tolitoli disatroni maling, pada Rabu (24/6 2020) malam. Akibat peristiwa itu, dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang tersimpan di dalam brankas sekolah sebesar Rp90 juta lebih raib tak tersisa.

Baca Juga

Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Dakopamean, Mariati membenarkan peristiwa pencurian yang terjadi di sekolah yang dipimpinnya itu dan megakibatkan kerugian senilai Rp90 juta berupa dana BOS yang tersimpan di dalam brankas.

“Iya pak, dana BOS 90 juta lebih yang ada dalam brankas di ruangan saya dicungkil, saya baru tahu paginya (Kamis pagi-red),” kata Mariati kepada JurnalNews di Tolitoli, Sabtu (27/6/2020).

Kepsek menuturkan, dana BOS tersebut baru dicairkan bersama bendahara BOS pada Senin 22 Juni 2020 sebesar Rp156 juta lebih. Sebagian sudah dibelanjakan, sedangkan sisanya sekira Rp90 juta lebih disimpan dalam brankas.

Menurut Kepsek, dana yang disimpan dalam brankas itu disiapkan untuk pembayaran pengadaan buku dan kelengkapan sekolah, seperti komputer dan kebutuhan lainnya.

Advertisements

Rencananya akan dibayarkan pada hari Selasa, namun batal bertemu dengan pemilik buku dan perlengkapan sekolah tersebut dan ditunda sampai hari Rabu. “Kemudian pada hari Rabu kembali dibatalkan, karena hujan lebat,” sambung Kepsek.

Kepsek mengaku sempat gelisah karena ada dana BOS yang tersimpan di brankas sekolah. Pada Rabu sore sekira Pukul 16.30 Wita, Kepsek menyempatkan diri ke sekolah untuk melihat keadaan. Saat itu, kondisi brankas dan dana BOS kondisinya masih aman.

Kepsek baru mengetahui dana BOS yang tersimpan dalam brankas hilang pada Kamis pagi, setelah mendapat informasi dari salah satu guru yang menyampaikan bahwa pintu sekolah dan pintu ruangan Kepsek rusak. mendapat informasi itu, ia langsung bergegas menuju sekolah dan melihat brankas yang ada di ruangannya sudah terbuka.

Melihat keadaan itu, ia langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsek Dakopamean. “Saya langsung kaget melihat brankas sudah terbuka, kemudian saya langsung melapor ke Polsek,” bebernya.

Terpisah, salah satu guru SMK Dakopamean yang enggan disebutkan namanya mengatakan, raibnya dana BOS masih menjadi tanda tanya. Pasalnya, ada beberapa pintu ruangan yang dirusak tidak terlalu parah, ditambah lagi dengan pintu brankas yang ditemukan dalam kondisi terbuka.

“Saya hanya heran, mulai dari pintu yang rusak sepertinya hanya dicungkil. Kemudian brankas informasinya dicungkil. Setahu saya, kalau buka brankas itu ada kodenya,” ujarnya.

Karena itu ia berharap, aparat kepolisian yakni Polsek Dakopamean, dapat mengusut dan mengungkap tuntas kasus ini.

“Saya hanya berharap pihak Polsek dapat mengungkap pelaku, pencurian dana BOS di sekolah kami,” tutupnya. [***]

Penulis: Rahmadi Manggona

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News