SMP Unggulan di Kota Palu Ini Pinjam Komputer untuk UNBK

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Kepala Sekolah SMPN 1 Palu, Sulawesi Tengah, Hardi mendapat kunjungan anggota DPRD Kota Palu, Rabu (3/5/2017), yang ingin melihat dari dekat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di salah satu sekolah unggulan tersebut.

Kesempatan ini dimanfaatkan Hardi untuk menyampaikan uneg-unegnya mengenai pelaksanaan UNBK di sekolah yang dipimpinnya.

Baca Juga

“Kami baru punya 30 unit komputer untuk UNBK, sementara siswa/siswi yang ikut UNBK ini mencapai empat ratusan orang,” kata Hardi kepada tiga anggota Komisi A DPRD Kota Palu yang dipimpin Ketua Komisi A Tamsil Ismail.

Komputer-komputer itu dipinjam dari berbagai sekolah dan ditempatkan dalam dua buah ruangan UNBK. Di dua ruangan itulah para siswa melaksanaan UNBK secara bergantian.

Dia mengatakan, sejauh ini fasilitas pendukung UNBK khususnya komputer masih memprihatinkan.

SMPN 1 Palu merupakan salah satu sekolah unggulan di Kota Palu dan sejumlah sekolah menggelar UNBK di SMPN 1 ini, namun  justru sekolah unggulan tersebut yang tidak memiliki kelengkapan pendukung pelaksanaan UNBK.

Bahkan dilaporkan, ada siswa yang terpaksa membawa laptop pribadi untuk mengikuti UNBK.

Meski begitu, Handri tetap optimistis pelaksanaan UNBK di sekolah yang dipimpinnya berjalan sesuai yang diharapkan.

“Kami butuh integritas dan kualitas. Meski dengan berbagai keterbatasan, UNBK tetap kami upayakan dan ini sedang berjalan, sebab hasil UNBK sangat berkualitas, kemudian keamanan soal sangat terjamin. Ini lah kelebihan menggunakan UNBK,” jelasnya.

Menurut dia, hal yang harus dibangun agar sekolah di Kota Palu bisa mengikuti UNBK adalah komitmen antara pengambil kebijakan di Dinas Pendidikan dan sekolah bersangkutan untuk bersama-sama melakukan analisis kebutuhan, termasuk Sumber Daya Manusia (SDM).

Ketua Komisi A DPRD Kota Palu Tamsil Ismail mengatakan pihaknya mengunjungi SMPN 1, SMPN 4 dan SMPN 14 untuk menyaksikan dari dekat kegiatan UNBK serta menyerap aspirasi pihak sekolah mengenai pelaksanaan UNBK.

Dari pantauan mereka, ada beberapa hal yang harus jadi perhatian pemerintah kota terkait UNBK tingkat SMP antara lain pemenuhan fasilitas pendukung UNBK karena dari sekian banyak sekolah negeri, baru sebagian kecil yang melaksanakan UNBK.

“Yang melaksanakan UNBK pun masih harus pinjam-pinjam komputer. Ini perlu mendapat perhatian Pemkot Palu karena masih banyak sekolah melaksanakan ujian nasional secara manual/tradisional,” ujarnya.

“Kepada sekolah-sekolaj, kami minta mengajukan usul pengadaan sarana dan fasilitas UNBK ke Dinas Pendidikan, kami di DPRD siap membantu membahasnya bersama eksekutif demi kemajuan pendidikan di Kota Palu,” kata Tamsil.

I berharap semua sekolah SLTP di Kota Palu sudah melaksanaan UNBK pada 2018 nanti karena UNBK lebih hemat biaya karena tidak pakai kertas, lebih aman, kesalahan dapat diminilamisasi.

Kelebihan lain adalah keterlambatan soal UNBK lebih kecil terjadi dibanding UN berbasis kertas dan pensil, tertukarnya soal bisa diminimalisasi dan tidak rumit dalam pengumpulan lembar jawaban Ujian Nasional (LJUN).

Bagi yang penglihatannya kurang tajam (visus rendah), UNBK sangat menolong karena huruf-huruf soal bisa diperbesar. Kemudahan ini akan mengakibatkan pengumuman hasil ujian bisa lebih cepat.[***]

Source; Antarasulteng.com

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News