Sudarto Menyapa, Semua Titik Kunjungan Diguyur Hujan

Bagikan Artikel Ini
Meski diguyur hujan deras, warga Desa Boilan, Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol, Selasa (3/11/2015) siang, tetap semangat mengacungkan salam dua jari sebagai simbol dukungan pada pasangan Longki Sudarto di Pilgub 2015. [Foto:Trisno/JurnalSulteng]

CALON Wakil Gubernur (Cawagub) Nomor urut 2 H. Sudarto,M.Hum melakukan kampanye dialogis dan tatap muka dengan warga transmigrasi di wilayah Kabupaten Donggala, Tolitoli dan Buol, Sabtu-Selasa (31/10 – 3/11/2015). Uniknya, semua desa yang dikunjungi Sudarto langsung diguyur hujan yang sudah lama dinanti-nantikan warga di wilayah tersebut.

Dalam perjalanan dari Kota Palu, Sabtu (31/10/2015), Sudarto langsung menyambangi warga transmigrasi di Desa Lembah Mukti, Kecamatan Damsol Kabupaten Donggala.

Baca Juga:

Desa yang berjarak sekira 175 kilometer dari Kota Palu tersebut langsung diguyur hujan deras yang sudah lama dinantikan warga.

“Sudah lebih dari enam bulan tidak pernah hujan. Hari ini pak Darto datang langsung hujan. Mudah-mudahan ini berkah atas kedatangan pak Darto,” ujar Harsono, pemilik rumah yang menjadi tempat pertemuan dengan warga.

Menurut warga, kemarau panjang yang menimpa desa tersebut juga menyebabkan banyaknya kebun Cengkeh dan Kelapa milik warga yang terbakar.

“Karena itu kami bersyukur hari ini bersamaan dengan kunjungan pak Sudarto langsung hujan,” ujarnya.

Derasnya hujan juga membuat tenda yang disiapkan untuk tempat dialog dengan warga sampai terkoyak. Meski sempat mengalami keterlambatan, warga tetap antusias mengikuti pertemuan dan dialog dengan Cawagub Sudarto.

“Meski kedatangan pak Sudarto sebagai cawagub, tapi seumur-umur kami tinggal di Lembah Mukti, baru kali ini ada pejabat setingkat wakil gubernur menyapa kami. Kami tetap terima kasih atas kunjungan pak Darto sebagai calon wakil gubernur,” imbuh Budiarta warga Dusun IV.

Pertemuan Sudarto dengan warga Desa Lembah Mukti diikuti semua tokoh dan pemuda yang mewakili lima Dusun yang ada.

Dalam pertemuan itu Sudarto banyak mendapat masukan dari warga. Demikian juga sebaliknya, Sudarto banyak memberikan wejangan pada warga yang berasal dari Jawa dan Bali dan sudah mendiami desa tersebut sejak 1978.
(Baca Juga: Disambangi Sudarto, Warga Lembah Mukti ‘Bahagia’ )

Setelah pertemuan di Lembah Mukti, Sudarto dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Tolitoli.

Cawagub Sudarto menyempatkan shalat magrib di Mesjid Al-Muhajirin, Desa Siwalempu, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala. Usai Shalat magrib, puluhan anak-anak berebut minta foto bersama, setelah mengatahui yang singgah shalat adalah Cawagub Sudarto.

Pertemuan selanjutnya dilakukan di Desa Tampiala, Kecamatan Dampal Selatan, Kabupaten Tolitoli. Hujan juga sempat mengiring pertemuan dan dialog dengan warga di desa penghasil padi di Kabupaten Tolitoli tersebut.

Kedatangan Sudarto disambut dengan musik rebana yang dimainkan remaja, anak-anak dan orang tua di desa itu.

Pertemuan yang digelar malam hari itu diikuti ratusan warga yang antusias mengikuti dialog. Warga desa yang mayoritas petani sawah itu bertekad memenangkan pasangan Longki-Sudarto di Pilgub 2015. (Baca Juga: Sudarto Disambut Warga Tampiala )

Keesokan harinya (Minggu 1 November 2015)  Cawagub Sudarto dan Tim kampanye melanjutkan perjalanan menuju Kota Tolitoli. Dalam perjalanan menuju Tolitoli, rombongan menyempatkan singgah di Desa Silondou, Kecamatan Dampal Selatan, Kabupaten Tolitoli.

Ratusan warga Silondou mengikuti kampanye dialogis dengan Cawagub Sudarto, Minggu (1/11/2015).  [Foto:Trisno/JurnalSulteng]

Pertemuan dengan ratusan warga asal Jawa, Bali, Lombok dan Bugis itu juga  diiringi hujan. Meski tidak deras, setidaknya hujan itu cukup melegakan bagi warga.

Dalam pertemuan dengan warga itu juga dihadiri politisi Partai Gerindra Kabupaten Tolitoli, Andi Ahmad Syarif yang juga Ketua DPRD Tolitoli.

“Sudah banyak perubahan yang dilakukan pemerintah provinsi selama dipimpin Longki-Sudarto. Kita sudah bnyak merasakan perubahan itu. Sebelum dipimpin Longki-Sudarto, perjalanan dari Tolitoli ke Palu butuh waktu 12-15 jam. Tapi sekarang, hanya butuh waktu sekira 8 jam,” ujarnya mencontohkan perubahan dibidang infrastruktur.

Menurut Ahmad Syarif, masih banyak perubahan lain yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Sulteng selama dipimpin Longki-Sudarto.

Advertisements

“Karena itu sangat layak kepemimpinan Longki-Sudarto untuk diteruskan. Dengan demikian, bisa melanjutkan program-program yang belum sempat dilaksanakan,” imbuhnya yang disambut applaus warga yang hadir.

Usai pertemuan dengan warga Silondou, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kota Tolitoli dan menginap di Kota Cengkeh.

Keesokan harinya (Senin, 2 November 2015) rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Buol. Setibanya di Kota Buol sore harinya, Cawagub Sudarto langsung didaulat untuk membuka pertandingan sepak bola di Desa Pajeko, Kecamatan Momunu.

Hujan rintik-rintik juga mengiringi kegiatan yang tidak masuk dalam agenda rombongan cawagub tersebut. Mengetahui kedatangan Sudarto, warga antusias mengikuti pembukaan pertandingan sepak bola.
(Baca Juga: Tiba di Buol, Sudarto Didaulat Buka Pertandingan Sepak Bola )

“Saya sangat mengapresisi ide Kepala Desa Pajeko menggelar pertandingan Sepak Bola antar Dusun. Kita tahu, Kabupaten Buol pernah memiliki klub yang bisa lolos di devisi II. Saya berharap, dengan kegiatan seperti ini, dapat melahirkan pemain-pemain muda berbakat dan berprestasi,” ujar Sudarto dalam sambutannya.

Usai membuka pertandingan sepak bola, Cawagub Sudarto sudah ditunggu ribuan warga Bokat. Pertemuan yang digelar di Desa Bokat IV, Kecamatan Bokat.

Ketika pertemuan baru dimulai, hujan deras mengguyur tempat pertemuan. Meski diguyur hujan, warga transmigran asal Jawa, Bali, Lombok dan Flores tersebut tetap antusias mengikuti dialog dengan Sudarto.

Warga juga dengan semangat meneriakkkan yel-yel menangkan Longki-Sudarto sembari mengacungkan salam dua jari.

Hingga pertemuan usai, hujan turun dengan deras mengiringi kepulangan cawagub Sudarto dan Tim menuju Kota Buol. (Baca Juga: Ribuan Warga Bokat Sambut Sudarto )

Setelah istirahat beberapa saat, malam harinya rombongan tim kampanye yang mendampingi Cawagub Sudarto menyambangi warga Desa Air Terang, Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol.

Kedatangan Sudarto di desa tersebut sudah ditunggu-tunggu sejak sore hari. Warga antusias menyambut kedatangan Cawagub Sudarto dengan menyajikan makan khas Jawa, yakni lontong pecel.

“Empat tahun lalu pak Darto kesini masih gelap gulita karena belum ada listrik. Sekarang, pak Darto datang lagi sudah ada listrik. Ini bukti pemerintahan Longki-Sudarto bekerja untuk rakyatnya,” ujar warga. (Baca Juga: Pak Darto Datang Lagi Sudah Ada Listrik )

Hujan juga deras juga mengiringi pertemuan Sudarto dengan warga Desa Boilan, Kecamatan Tiloan, Selasa (3/11/2015) siang.

Derasnya hujan tidak menyurutkan semangat warga untuk berdialog dengan Cawagub Sudarto. Warga menyampaikan terima kasih atas kedatangan Sudarto dan rombongan.

Selama melakukan kampanye dialogis dan tatap muka di Kabupaten Buol, Cagwagub Sudarto juga didampingi mantan Wakil Bupati Buol, Ramli Kadadia.

Warga juga mengapresiasi program-program pemerintahan Longki-Sudarto yang sudah berjalan kurang lebih empat tahun ini, khususnya program peningkatan hasil pertanian.

Ribuan warga serius mendengarkan wejangan Cawagub Sudarto untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam menghadapi Pilkada Gubernur dan Wakil Gubenur Sulteng 2015. [Foto: Trisno/JurnalSulteng]

Perjalanan kampanye Cawagub Sudarto di Kabupaten Buol diakhiri dengan silaturrahmi dan makan malam dengan warga dikediaman pribadi Wakil Bupati Buol, Syamsuddin Koloi. Dalam silaturrahmi yang diikuti sekira seribu orang itu juga dibarengi dengan hujan yang cukup deras.

“Semoga hujan ini menjadi berkah untuk kemenangan pasangan Longki-Sudarto di Pilgub 2015. Kami mendukung pasangan Longki-Sudarto untuk meneruskan pembangunan di Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Buol,” ujar salah seorang warga yang hadir.

Pertemuan Selasa (3/11/2015) malam itu yang kebanyakan diikuti ibu-ibu berakhir sekira pukul 21.00 Wita. Selanjutnya rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju Kota Palu, karena Rabu (4/11/2015) pagi, Sudarto harus kembali dinas sebagai Wakil Gubernur Sulteng.[***]

Penulis/Editor; Sutrisno

loading...

Berita Lainnya

Google News