Sulteng Ekspor Perdana 73,78 Ton Rempah-rempah ke Vietnam dan Tiongkok

  • Whatsapp
Pelepasan ekspor perdana rempah-rempah di Pelabuhan Pantoloan IV, Senin 29 Maret 2021. Foto: Humas Pemprov Sulteng
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) yang diwakili Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Dr. Ir. Bunga Elim Somba, melepas ekspor perdana rempah-rempah sebanyak 63,78 ton, ke negara tujuan Vietnam dan Tiongkok.

Pelepasan ekspor perdana rempah-rempah senilai Rp3,7 miliar itu berlangsung di Pelabuhan Pantoloan IV, Senin 29 Maret 2021.

Baca Juga

Turut hadir pada pelepasan ekspor perdana itu Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan pada Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian, Ir. Junaidi, serta pejabat terkait.

Baca JugaTerungkap, Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Pasutri Baru Menikah 6 Bulan

Pelepasan ekspor perdana rempah-rempah berupa lada putih, pala biji dan bunga pala ini ditandai dengan pengecekan kontainer, pemasangan label.

Gubernur dalam sambuan tertulis yang dibacakan Bunga Elim Somba, menyambut ekspor perdana rempah-rempah, sebagai komoditas baru produk pertanian di Sulteng, sekaligus sebagai pelaksanaan program kementerian pertanian RI yang bertujuan mendorong gerakan tiga kali lipat ekspor (grateks).

Baca JugaVideo Detik-detik Ledakan Bom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral Makassar

Komoditas pertanian lanjut gubernur, memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan daerah perannya bukan saja terhadap ketahanan pangan tetapi juga memberi andil yang cukup besar terhadap PDRB daerah melalui ekspor.

Baca JugaFKUB Sulteng Kutuk Bom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral Makassar

“Kami mengapresiasi kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu yang telah mengkoordinir pelaksanaan ekspor bersama dinas yang terkait sejalan dengan program Menteri Pertanian untuk mendorong pertumbuhan ekspor pertanian,” ucap gubernur.

“Hal ini juga sebagai komitmen Badan karantina Pertanian dalam rangka memperkuat sistem perkarantinaan guna mendorong percepatan layanan perkarantinaan pada proses bisnis eksport,” sabungnya.

Berita Terkait

Google News