Suplai Vaksin COVID-19 Terbatas, Menkes Atur Ulang Laju Vaksinasi

  • Whatsapp
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin Covid - 19 di lengan Ketua DPRD Kota Palu, Mohamad Ikhsan Kalbi di Puskesmas Singgani Palu, Jumat 26 Maret 2021. | Foto: Istimewa
Bagikan Artikel Ini
  • 18
    Dibagikan

JurnalNews – Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, jumlah vaksin Corona yang tersedia untuk bulan Maret dan April berkurang. Laju vaksinasi Covid-19 pun bakal tidak secepat sebelumnya.

Jika sebelumnya ditargetkan tersedia 30 juta dosis, ternyata hanya ada sebanyak 20 juta dosis.

Lihat Juga:

Pasalnya telah terjadi embargo di beberapa negara produsen vaksin.

Hal itu terjadi karena adanya lonjakan ketiga dari kasus aktif COVID-19, di Eropa dan beberapa negara di Asia seperti India, Filipina, Papua Nugini, serta beberapa negara di Amerika Selatan seperti Brazil.

Akibatnya negara-negara yang memproduksi vaksin di lokasi tersebut mengarahkan agar produksi vaksin nya tidak boleh diekspor, hanya boleh dipakai di negara masing-masing.

Hal itu telah mempengaruhi ratusan negara di dunia termasuk Indonesia. Sehingga jumlah vaksin yang tadinya tersedia untuk bulan Maret dan April masing-masing 15 juta dosis atau total 30 juta dosis hanya bisa dapat 20 juta dosis.

“Kita atur kembali sehingga kenaikannya tidak secepat sebelumnya. Karena memang vaksinnya yang berkurang suplainya,” kata Budi seperti dikutip dari laman Kemenkes, Selasa 6 April 2021.

Ia mengharapkan dapat dilakukan negosiasi dengan negara-negara produsen vaksin.

“Mudah-mudahan bulan Mei bisa kembali normal sehingga kita bisa melakukan vaksinasi dengan rate seperti sebelumnya yang terus meningkat,” ucap Budi.

Terkait dengan keterbatasan suplai vaksin, lanjut Budi, prioritas penerima vaksinasi mesti diperjelas. Prioritas diatur berdasarkan risiko terpapar.

Data yang ada di Kementerian Kesehatan menunjukkan dari 1,5 juta yang terpapar, sebanyak 10% nya Lansia di atas 60 tahun. Tapi dari 100% yang wafat, 50% nya adalah Lansia.

“Jadi kelihatan sekali bahwa teman-teman kita di atas 60 tahun itu berisiko tinggi. Kalau kita lihat yang masuk rumah sakit yang wafat untuk non Lansia hanya sekitar 10% dari total yang masuk, tapi kalau Lansia hampir tiga kali lipat,” tutur Budi.

Oleh karena itu dengan adanya keterbatasan vaksin di bulan April ini akan diarahkan untuk disuntikkan kepada Lansia.

Diharapkan pada bulan Mei mendatang, distribusi vaksin bisa kembali normal. Sehingga laju vaksinasi bisa terus meningkat seperti target sebelumnya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, hingga hari ini terdapat 8,83 juta orang yang mendapatkan vaksin dosis pertama. Sementara target vaksinasi di Indonesia sebanyak 181,5 juta untuk mencapai ketahanan komunal atau herd immunity. ***

Berita Terkait

Google News