Syarat dan Cara Dapat Bantuan UKT Mahasiswa Rp2,4 Juta, Lapor di Sini Bila Ada Penyimpangan

  • Whatsapp
Ilustrasi; Mahasiswa kuliah daring. | Foto: Indonesia.go.id/Antara
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Pemerintah melalui Kemdikbudristek kembali menyalurkan Rp745 miliar untuk bantuan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa, pada masa perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2021/2022 pada September 2021.

Bantuan tersebut diberikan kepada mahasiswa yang memerlukan bantuan uang kuliah yang terdampak Covid-19.

Baca Juga

Bantuan UKT diberikan sesuai besaran UKT (at cost) dengan batas maksimal Rp2,4 juta. Jika UKT lebih besar dari Rp2,4 juta, selisihnya menjadi kebijakan perguruan tinggi sesuai kondisi mahasiswa.

Bantuan UKT Rp2,4 juta akan disalurkan Kemdikbudristek langsung ke perguruan tinggi masing-masing.

Karena itu, bagi mahasiswa yang memerlukan bantuan UKT diharapkan harap segera mendaftarkan diri ke pimpinan perguruan tinggi untuk diajukan sebagai penerima bantuan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Bantuan UKT juga diberikan bagi mahasiswa perguruan tinggi keagamaan negeri (PTKN) di bawah Kementerian Agama yang terdampak pandemi Covid-19.

Pada tahun ajaran sebelumnya, pemerintah juga memberikan bantuan UKT kepada mahasiswa PTN, PTS, maupun PTKN yang kondisi keuangan keluarganya terdampak pandemi Covid-19.

Skema bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk meringankan beban masyarakat di masa pandemi Covid-19, khususnya dalam melanjutkan aktivitas pendidikan tinggi.

Berikut syarat untuk mendapatkan bantuan UKT Mahasiswa Rp2,4 juta dari Kemdikbudristek:

1. Mahasiwa yang masih aktif kuliah.

2. Bukan penerima KIP Kuliah.

3. Bukan penerima bantuan beasiswa bidikmisi atau beasiswa dan bantuan lain dari pemerintah.

4. Sangat membutuhkan bantuan UKT untuk pembayaran di semester ganjil 2021.

Bila sudah memenuhi syarat di atas, mahasiswa bisa dapat bantuan UKT dengan cara berikut:

1. Mendaftar langsung ke pimpinan tertinggi di universitas masing-masing.

2. Selajutnya pihak universitas atau kampus akan mengajukan daftar penerima bantuan UKT.

3. Bila mahasiwa yang didaftarkan dinyatakan berhak menerima UKT, maka bantuan akan disalurkan langsung oleh Kemdikbudristek kepada universitas.

Lantas bagimana bentuk pengawasan penyaluran UKT tersebut? Terkait hal itu, Kemdikbudristek bakal memberikan sanksi bagi perguruan tinggi yang tidak memenuhi kewajiban bantuan UKT.

Hal ini berlaku jika ditemukan mahasiswa yang berhak mendapat keringanan UKT, namun tidak mendapatkan haknya.

Bila ada mahasiswa mengalami penyimpangan bantuan UKT yang dilakukan pihak kampus, mahasiswa bisa melaporkannya dengan mengakses kemdikbud.lapor.go.id atau KLIK DI SINI

Dengan adanya laporan yang masuk, pihak kementerian akan mengadvokasi dan mengupayakan keringanan UKT di lingkup perguruan tinggi yang bersangkutan.

Selain bantuan UKT, Kemdikbudristek juga akan melanjutkan bantuan kuota internet untuk siswa, mahasiswa, serta tenaga pendidik mulai September sampai November 2021. ***

Berita Terkait

Google News