Taburan Beras Kuning Warnai Penyambutan Ratna Dewi di Panwaslu Donggala

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Majunya dua petahana ini bisa menimbulkan potensi konflik. Saya berharap keduanya tidak mengeluarkan kebijakan yang tujuanya mempengaruhi proses pemilihan,” demikian Ratna.

Donggala, Jurnalsulawesi.com – Wakil Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu RI Dr. Ratna Dewi Pettalolo bersama rombongan mengunjungi Kantor Panwaslu Kabupaten Donggala, Sabtu (20/1/2018).

Baca Juga

Ratna Dewi Pettalolo bersama rombongan disambut ketua Panwaslu Donggala, Moh Fikri beserta jajaranya. Tabuhan rebana dan taburan beras kuning mewarnai penyambutan perempuan kelahiran Donggala ini.

Kedatangannya Koordinator wilayah Indonesia Timur ini Donggala sebagai bentuk konsolidasi dan silaturahim dengan Panwaslu Donggala beserta jarajarannya.

Pada kesempatan tatap muka yang berlangsung akrab tersebut, mantan ketua Bawaslu Sulteng ini juga memberikan motifasi terhadap seluruh jajaran Panwaslu Kabupaten Donggala.

“Mumpung di Sulteng, saya sempatkan saja ke Donggala untuk silaturrahim,” kata Ratna.

Dalam kunjungannya kali ini, Dewi Ratna Pettalolo bersama rombongan dijadwalkan akan ke kantor KPU Donggala meninjau kegiatan pencocokan dan penelitian (Coklit) terhadap data daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) di Kabupaten Donggala yang akan menyelenggarakan pilkada 2018.

“Beberapa wilayah Kabupaten Donggala cukup sulit dijangkau seperti Kecamatan Rio Pakava dan Pinembani. Saya harap teman-teman bisa bekerja dengan baik melakukan pengawasan,” kata perempuan kelahiran Donggala ini.

Kedatangan Ratna Dewi Pettalolo di Kantor Panwaslu Donggala disambut dengan tabuhan rebana dan taburan beras kuning, Sabtu (20/1/2018). [Jose Rizal]
Dr. Ratna Dewi Pettalolo berdiskusi dengan Ketua Panwaslu Kabupaten Donggala Moh Fikri, Sabtu (20/1/2018). [Jose Rizal]
Lebih jauh ia mengatakan, di Kabupaten Donggala ada dua petahana maju sebagai kandidat bakal calon bupati. Dia berharap kedua kandidat tersebut tidak melakukan intervensi atau mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mempengaruhi proses pemilihan.

“Majunya dua petahana ini bisa menimbulkan potensi konflik. Saya berharap keduanya tidak mengeluarkan kebijakan yang tujuanya mempengaruhi proses pemilihan,” demikian Ratna. [***]

Rep; Jose Rizal

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News