Taipan Sukanto Tanoto Disebut Kuasai Lahan Ibu Kota Baru

Konglomerat Sukanto Tanoto. [Tanotofoundation.org]
Bagikan Artikel Ini

Jakarta, JurnalNews.id – Menteri Perindustrian era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, MS Hidayat menyatakan sebagian lahan yang akan digunakan untuk pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur berstatus Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dimiliki oleh Sukanto Tanoto.

Sukanto Tanoto adalah salah satu taipan di Indonesia yang memiliki usaha di sektor manufaktur di bawah bendera Royal Golden Eagle International (RGEI). Dulunya, perusahaan itu bernama Raja Garuda Mas.

Baca Juga

Ia juga memiliki perusahaan di sektor sawit bernama PT Asian Agri. “Saya baru dikasih tahu bahwa sebagian besar tanah HTI itu miliknya Sukanto Tanoto. Status HTI yang setiap saat bisa diambil oleh pemerintah,” ucap Hidayat, Rabu (18/9).

Dilansir dari CNNIndonesia.com, ia mengaku mendapatkan informasi itu dari tiga menteri yang hadir dalam acara rapat koordinasi nasional bidang properti yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia hari ini. Diketahui, tiga menteri yang hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Hanya saja, Hidayat memastikan bahwa hal itu tak akan menjadi masalah bagi pemerintah untuk membangun konstruksi di kawasan itu. Sebab, sudah ada perjanjian dengan pemerintah bahwa lahan itu bisa diambil kembali oleh pemerintah.

“Sudah ada kesepakatan tanah bisa diambil kembali oleh pemerintah. Jadi setiap saat dibutuhkan bisa dikembalikan,” tutur dia.

Dengan demikian, pembangunan ibu kota baru bisa dilakukan mulai tahun depan sesuai dengan rencana pemerintah sejak awal. Hanya saja, pembangunan masih dilakukan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kalau swasta diminta bergabung, mungkin butuh waktu karena risiko 100 persen di swasta. Mereka harus hitung seluruh biaya dan perizinan di sana,” jelasnya.

Buka Suara
Sementara, konglomerat Sukanto Tanoto mengakui memegang konsesi lahan berstatus Hutan Tanaman Industri (HTI) di kawasan calon ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Diketahui, kawasan baru ibu kota terdapat di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kecamatan Sepaku Semoi, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Hal ini disampaikan oleh Corporate Affairs Director APRIL Group Agung Laksamana. Menurutnya, lahan yang rencananya akan digunakan untuk pembangunan ibu kota baru berada di area PT ITCI Hutabi Manunggal (IHM).

“Lahan itu merupakan mitra pemasok strategis dengan kontribusi signifikan bagi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP),” ujar Agung melalui surat elektronik, Rabu (18/9/2019).

Dia mengatakan bahwa perusahaan tentu mendukung rencana pemerintah untuk membangun ibu kota baru. Meski demikian, rencana ini membuat perusahaan harus mengembalikan konsesi lahan dan mempengaruhi kegiatan operasional perusahaan ke depan.

“Tentu saja rencana pemerintah ini akan berpengaruh bagi kegiatan operasional, namun, kami percaya pemerintah akan memberikan pertimbangan dan solusi dalam hal ini,” katanya.

Lokasi ibu kota baru di Kalimantan Timur. [Antara]
Respons Bappenas
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro turut mengakui bahwa lahan yang akan digunakan untuk pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur merupakan lahan konsesi berstatus HTI milik Sukanto Tanoto.

Sukanto Tanoto memegang lahan tersebut melalui PT ITCI. Sukanto sendiri merupakan taipan Indonesia yang memiliki usaha di industri manufaktur di bawah bendera Royal Golden Eagle International (RGEI).

“Itu konsesi, bukan kepemilikan, HTI oleh PT ITCI milik Tanoto,” ungkap Bambang yang dikutip CNNIndonesia.com.

Kendati Tanoto memegang konsesi lahan, namun mantan menteri keuangan Kabinet Kerja itu memastikan bahwa pemerintah bisa kapan saja mengambil kepemilikan lahan tersebut. Sebab, lahan itu sejatinya milik negara.

Hanya saja, pemerintah memberikan konsesi lahan dengan status HTI kepada pihak-pihak tertentu, termasuk pengusaha seperti Sukanto Tanoto. Namun, ketika lahan tersebut dibutuhkan, maka pemerintah bisa mengambilalih penggunaan lahan dari Sukanto Tanoto. [***]

Pos terkait

Google News