Tajam di Klub, 4 Bintang Ini “Mandul” di Piala Eropa

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
Advertisements
Robert Lewandowski, Thomas Mueller, Harry Kane dan Zlatan Ibrahimovic

Jurnalsulteng.com – Tajam bersama klub ternyata bukan jaminan bisa tampil tajam saat membela tim nasional. Beberapa pemain bintang tampil ganas saat membela klubnya di musim 2015-16. Namun, saat tampil di Piala Eropa 2016, mereka belum mencetak satu pun gol.

Piala Eropa sudah merampungkan babak penyisihan grup, namun para pemain ini belum mencetak gol. Ada yang beruntung, karena negaranya berhasil lolos ke 16 besar. Namun, ada juga yang harus gigit jari karena negaranya sudah angkat koper.

Baca Juga:

Siapa sajakah mereka? Berikut ulasannya:

1. Robert Lewandowski (Polandia)

Lewandowski baru saja melalui musim yang luar biasa bersama Bayern Munich. Pemain 27 tahun ini keluar sebagai top scorer Bundesliga, dengan raihan 30 gol dari 32 pertandingan. Di semua kompetisi, dia mencetak 42 gol dari 51 pertandingan bersama Bayern.

Lewandowski juga sebenarnya tampil tajam saat bersama negaranya. Dia menjadi top scorer kualifikasi Piala Eropa 2016, dengan raihan 13 gol. Namun, ketajamannya malah menghilang saat tampil di Prancis.

Advertisements

Dalam 3 pertandingan di penyisihan Grup C Piala Eropa, Lewy belum mencetak satu pun gol. Beruntung, Polandia tetap melaju ke babak 16 besar, sebagai runner-up grup.

Pelatih Polandia, Adam Nawalka, tetap memberikan pujian bagi pemain andalannya tersebut. “Fakta bahwa Robert Lewandowski belum mencetak gol bukan jadi masalah bagi tim kami,” kata Nawalka dikutip Soccerway.

“Robert melakukan banyak kinerja fantastis. Dia memiliki pengaruh yang besar pada tim kami dan pada cara kami bermain. Dia sangat penting bagi kami, ia seperti lokomotif bertenaga uap,” lanjutnya.

Lewandowski masih punya waktu untuk membuktikan jika ketajamannya belum habis. Itu bisa terlihat saat Polandia bersua Swiss di babak 16 besar di Stade Geoffroy-Guichard, Saint-Étienne.

2. Thomas Mueller (Jerman)
Sama seperti Lewandowski, Mueller juga tampil tajam bersama Bayern di musim 2015-16 lalu. Pemain 26 tahun ini mencetak 20 gol dari 31 pertandingan di Bundesliga. Di semua kompetisi, dia mencetak 32 gol dari 49 pertandingan.
Di babak kualifikasi Piala Eropa, Mueller juga tajam dengan raihan 9 gol. Namun, hal tersebut malah tak berlaku saat membela Jerman di Piala Eropa 2016.

Dari 3 pertandingan yang dilakoni, Mueller belum mencetak satu pun gol. Ternyata, performa Mueller di Piala Dunia dan Piala Eropa berbanding terbalik.

Di Piala Dunia, Mueller total sudah mengoleksi 10 gol. Namun, sejak tampil di Piala Eropa 2012, dia belum mencetak satu pun gol di turnamen antarnegara Eropa tersebut.

“Tentu saja, saya tak sepenuhnya senang dengan apa yang telah terjadi sejauh ini. Namun, saya rasa tak seburuk yang dikatakan orang-orang,” kata Mueller seperti dilansir Soccerway.

“Saya harap, segera bisa mencetak gol. Namun, seperti yang saya bilang sebelum turnamen, itu bukanlah tujuan utama saya,” lanjut pemain 26 tahun ini.

Jerman akan menghadapi Slovakia di babak 16 besar di Stade Pierre-Mauroy, Villeneuve-d’Ascq, 26 Juni 2016. Tentunya, ketajaman Mueller diharapkan bisa kembali di laga tersebut.

3. Harry Kane (Inggris)
Kane memiliki modal bagus sebelum tampil di Piala Eropa. Pemain Tottenham Hotspur ini keluar sebagai top scorer Premier League, dengan raihan 25 gol dari 38 pertandingan. Kane melanjutkan ketajaman musim sebelumnya, di mana dia mencetak 21 gol di Premier League.
Kane pun digadang-gadang menjadi striker masa depan Inggris. Namun, performanya di Piala Eropa masih jauh dari memuaskan.

Advertisements

Kane dipercaya sebagai starter saat bersua Rusia di partai perdana. Sayangnya, dia malah sering membuang peluang, sehingga Inggris harus puas bermain imbang 1-1 dengan Rusia.

Di laga selanjutnya melawan Wales, manajer Roy Hodgson masih memberikan kepercayaan kepada Kane sebagai starter. Lagi-lagi, dia gagal tampil maksimal dan akhirnya digantikan Jamie Vardy.

Kane akhirnya harus memulai laga dari bangku cadangan di duel kontra Slovakia. Dia diharapkan bisa “memecah telur” di babak 16 besar, saat Inggris menghadapi Islandia di Allianz Riviera, Nice, 27 Juni 2016.

“Publik mulai meragukan saya ketika hanya mencetak satu gol dari delapan laga pertama Premier League musim ini. Publik menyebut saya hanya memiliki keajaiban satu musim saja,” ujar Kane seperti dilansir Tribal Football.

“Tapi, saya selalu tahu bisa mencetak banyak gol. Dan keberhasilan meraih penghargaan Sepatu Emas (Golden Boot) musim ini membuktikan anggapan orang salah,” Kane menambahkan.


4. Zlatan Ibrahimovic (Swedia)

Musim terakhir Zlatan Ibrahimovic bersama Paris Saint-Germain berakhir manis. Meski sudah berusia 34 tahun, Ibra membuktikan belum habis.

Ibra keluar sebagai top scorer Ligue 1, dengan torehan 38 gol dari 31 pertandingan. Sayangnya, ketajaman mantan pemain Inter Milan dan AC Milan ini malah hilang di Piala Eropa.

Tiga pertandingan di babak penyisihan grup, Ibra gagal mencetak satu pun gol. Gawang Republik Irlandia, Italia, dan Belgia, tak mampu dibobolnya.

Swedia akhirnya harus tersingkir usai menempati posisi juru kunci grup. Mereka hanya mengumpulkan satu poin dari tiga pertandingan.

Hasil ini tentunya sangat mengecewakan, apalagi Ibra memutuskan pensiun dari timnas Swedia. Namun, dia tetap merasa bangga sempat menjadi bagian dari timnas negaranya.

“Saya sangat bangga dengan karier saya. Saya hanyalah anak laki-laki dari kota kecil di Malmoe, dan dipercaya mewakili negara saya. Saya menjadi kapten untuk negara saya,” kata Ibra seperti dilansir Soccerway.

“Saya bangga dengan apa yang telah saya capai. Dan saya memiliki banyak kenangan indah dalam karier bersama Swedia,” lanjut pemain yang terus dihubungkan dengan Manchester United ini.(***)

Source; Viva

Advertisements
Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News