Tambang di Sulteng Tidak Berdampak Signifikan Pada Pendapatan Daerah

  • Whatsapp
Wakil Ketua DPRD Sulteng, Muharram Nurdin saat menerima kunjungan Komisi III DPRD Sulbar, di ruang Baruga DPRD Sulteng, Jumat (10/07/2020).[SultengNews]
Bagikan Artikel Ini
  • 180
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Keberadaan tambang di Provinsi Sulawesi Sulawesi Tengah (Sulteng) tidak memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan daerah.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Sulteng, Muharam Nurdin, saat menerima kunjungan DPRD Sulawesi Barat (Sulbar), di ruang Baruga DPRD Sulteng, Jumat (10/07/2020).

Baca Juga

“Kalau dari potensi sumber daya alam Sulawesi Tengah ini kaya, tapi untuk tambang yang ada ternyata tidak bisa memberikan dampak yang signifikan untuk peningkatan pendapatan daerah,” sebut Muharram yang dilansir SultengNews jejaring JurnalNews.id.

Menurutnya, seperti halnya PT IMIP yang ada di Kabupaten Morowali yang konon katanya ramai dan mirip Kota Hongkong, namun juga tidak bisa memberikan dampak terhadap pendapatan daerah.

Advertisements

“Tidak seperti yang kami harapkan,” uharnya.

Olehnya, ada staf ahli bidang pertambangan yang ditugaskan untuk mengkaji agar supaya investasi tambang sebesar itu, seharusnya mendapatkan pendapatan yang signifikan.

Seharusnya juga daerah dapat fee 10 persen, tapi Sulteng belum bisa menerapkan itu karena harus ada perusahaan daerah yang mengelola pertambangan.

Advertisements

“Karena salah satu persyaratannya untuk mendapatkan fee 10 persen, di Sulawesi Tengah harus ada perusahaan daerah yang mengelola tambang,” tutupnya.

Komisi III DPRD Sulbar melakukan kunjungan ke DPRD Sulteng yang diterima Wakil Ketua DPRD Sulteng Muharam Nurdin didampingi Ketua Komisi III DPRD Sulteng, Sony Tandra beserta anggota Komisi III lainnya.

Pada kunjungan itu, Ketua Komisi III DPRD Sulbar, Rayu SE mengatakan, kedatangan pihaknya untuk belajar dan komparasi anggaran Ranperda Sulteng serta penurunan angka kemiskinan.

Senada dengan itu, salah satu anggota DPRD Sulbar,Ir.Andi Muslim Fattah mengungkapkan, ada beberapa hal yang ingin dicapai dalam kunjungan ini seperti yang sudah disampaikan yakni pembahasan Ranperda 2019.

“Dalam Ranperda banyak evaluasi tentunya, apakah ada hasil temuan dan bagaimana untuk menjalin koordinasi, karena itu tentu akan menjadi penentu langkah kebijakan yang akan datang,” ungkapnya.

Advertisements

“Kami ingin sharring untuk bisa mengadopsi cara pendekatannya,” katanya. [***]

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News